Sudin Bina Marga Mengaku Kewalahan

Duh, Jalanan Jakarta Berlubang Dan Bergelombang

Klik untuk perbesar
Jalan yang rusak membahayakan pegendara mobil dan motor. Kerap terjadi kecelakaan. (Foto : istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah titik jalan di Jakarta berlubang dan bergelombang. Meski sudah ditambal, begitu kena hujan, rusak lagi. Pemprov mulai kewalahan.

Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka, Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, rusak sekitar 250 meter. Kondisinya berlubang dan bergelombang. Kerusakan sudah terlihat dari simpang empat Gunung Sahari. Pengendara nampak melambatkan lajunya.

Yang paling parah berada di depan KPP Pratama Sawah Besar. Nampak tumpukan karung untuk memperbaiki jalanan yang rusak. Beberapa titik sudah ada yang ditambal oleh Dinas Bina Marga. Namun, karena hujan, jalan rusak lagi.

Berita Terkait : Wajah Baru Jakarta Cuma di Halaman Depan


Selain Gunung Sahari, jalan rusak juga nampak di Jalan Kramat Raya, Jalan Salemba Raya, Jalan Suprapto, hingga Jalan Budi Utomo, Jakarta Pusat. Begitu juga Jalan KH Hasyim Asy’ari beberapa titik juga bergelombang.

Di putaran balik, arah Halte Harmoni, tepatnya di depan Bank Ganesha, jalanan juga berlubang cukup parah. Muncul genangan setelah hujan di jalan berlubang ini. Berlanjut ke Jalan Ir H Juanda, kondisi jalan nyaris tak ada kerusakan. Hanya beberapa titik bekas proyek galian yang sudah dibenahi. Bekas-bekas kabel masih keleleran di bahu jalan dan trotoar.

Di sekitar Stasiun dan Pasan Senen, tepat di bawah jembatan penghubung, jalanan rusak sudah ditambal. Jalanan berlubang dan bergelombang yang tersebar di Jakarta Pusat, diameter dan kedalamannya bervariasi. Sebagian titik sudah tertambal. Sedangkan sebagian yang lain, terlihat tam- balan yang mengelupas.

Berita Terkait : Bamsoet: Mari Beri Kesempatan MK Jalankan Tugasnya

Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat Sukowibowo mengaku kewalahan menghadapi jalan rusak dan berlubang di wilayahnya. Penyebabnya, Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) tak kunjung menunjuk kontraktor untuk memperbaiki jalan.


Sukowibowo mengaku sudah mengajukan permohonan perbaikan jalan kepada Bina Marga DKI Jakarta dan telah diteruskan ke BPPBJ untuk melelang kontraktor. Namun, BPPBJ belum juga berkontrak dengan penyedia jasa konstruksi. “Kami sudah usaha minta agar kontraknya cepat keluar, segera ditayangkan, lalu bisa segera kami kerjakan. Sekarang masih tahap evaluasi katalog di BPPBJ DKI. Ini kami juga kewalahan,” ujar Sukowibowo.

Dia sudah menyurati Dinas Bina Marga DKI Jakarta terkait perbaikan ini. Inti suratnya, sudah memperbaiki berulang jalan berlubang, antara lain di Gunung Sahari. Perbaikan sementara atau menutup lubang atau patching sudah dilakukan sejak Desember 2018 hingga pertengahan Januari 2019.

Berita Terkait : Kadin Berharap Aksi 22 Mei Berjalan Damai

 Namun, perbaikan yang dilakukan Satgas Sudin Binamarga Jakpus masih bersifat sementara. Aspal yang digunakan untuk memperbaiki jalan berlubang tak bisa bertahan lama. Apalagi di tengah musim hujan seperti sekarang ini. Aspal yang dilintasi kendaraan akan tergerus air. Apalagi, di jalan yang rusak terdapat rembesan air keluar dari bawah lapisan aspal yang mengakibatkan kerusakan jalan tetap terjadi.

“Harus digaruk total lalu digelar pakai hotmix. Karena musim hujan ini bahaya, jalan kalau tergenang 5-10 sentimeter enggak kelihatan lubangnya. Kalau mobil enggak masalah, kalau motor kan bahaya,” paparnya. [FAQ]

RM Video