RMco.id  Rakyat Merdeka - Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur ditutup sementara hingga pukul 12.00 WIB pada Kamis (7/2), karena ada kerusakan di landasan pacu. Praktis, pesawat  tidak bisa melakukan pendaratan ataupun terbang dari bandara tersebut. 

Dalam NOTAM A0539/19 NOTAMN yang diterbitkan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia yang diterima redaksi Rakyat Merdeka pada Kamis (7/2) dijelaskan, runway Bandara Juanda ditutup karena ada perbaikan.  

Informasi ini dibenarkan Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudithiawan, saat dihubungi Rakyat Merdeka, Kamis (6/2). 

Baca Juga : UPN Veteran Jakarta Dan Pemkab Bekasi Kembangkan Ekowisata PesisirĀ 

“Itu betul, Bandara Juanda Surabaya ditutup sementara karena ada retakan atau ketidakstabilan pada runway-nya, sehingga terkelupas. Mudah-mudahan, pukul 12.00 WIB nanti, perbaikan sudah selesai. Bagaimana pun, keselamatan adalah hal yang utama,” jelas Handy.

Untuk diketahui, persoalan terkelupasnya runway di Bandara Juanda, bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada Mei 2018, Bandara Juanda juga mengalami persoalan yang sama. Terkait hal ini, Handy mengatakan, dilihat dari strukturnya, kondisi Bandara Juanda saat ini memang sudah memasuki masa perbaikan.

“Dari Surabaya dilaporkan, memang ada progres overlay (pelapisan ulang) aspal untuk penguatan runway. Pada umumnya, runway didesain mampu menjadi landasan bagi pesawat yang berbobot 10 ton lebih. Untuk menjaga keselamatan, kami terus melakukan progres overlay sampai betul-betul kuat,” jelas Handy.

Baca Juga : Dubes RI Promosikan Indonesia Kepada Dubes Kuba di Pyongyang

Akibat kerusakan ini, sejumlah pesawat komersil yang akan mendarat di Bandara Juanda, Kamis (7/2) pagi ini, terpaksa putar balik ke bandara awal. Salah satunya pesawat Batik Air tujuan Jakarta-Surabaya yang ditumpangi wartawan rmco.id yang akan berangkat ke lokasi peringatan Hari Pers Nasional 2019, Sri Nurganingsih. 

Pesawat bernomor penerbangan ID 6572 yang berangkat dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 08.15 WIB itu terpaksa kembali ke bandara asal, setelah terbang 30 menit.

"Tadi di pesawat diumumkan bahwa landasan pacu di Bandara Juanda tidak dapat dilalui karena ada hal teknis. Ada perbaikan sampai pukul 12.00 WIB. Karena itu, maskapai memutuskan kembali ke Bandara Soekarno-Hatta," ungkap Sri, yang mengaku satu pesawat dengan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca Juga : Kecamatan Ciracas, Pasar Rebo, Cipayung Dikepung Banjir

Luhut dijadwalkan menjadi pembicara dalam acara Seminar HPN 2019 pada Kamis (7/2) ini. [HES]