RMco.id  Rakyat Merdeka - Sejak larangan mudik berlaku 24 April, tiap hari banyak kendaraan disuruh balik ke Jakarta. Tapi anehnya, tetap saja ada pemudik berupaya pulang ke kampungnya.

Padahal, di tempat tujuannya pun mereka terpaksa diisolasi selama 14 hari. Ada pula yang diasingkan ke hutan dan ladang. Ini dilakukan untuk memutus penyebaran virus corona alias Covid-19.  

Ribuan warga Jabodetabek tergolong nekat mudik dengan berbagai moda transportasi. Sebab, banyak juga yang lolos sampai ke kampung melalui jalan tikus. Mereka menghindari petugas gabungan yang melakukan pengecekan di sejumlah check point keluar Jabodetabek.

Baca Juga : Tito: Jangan Pilih Cakada yang Bikin Konvoi dan Iring-iringan di Tengah Pandemi

Misalnya di check point Tol Jakarta - Cikampek kilometer 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah hampir sepekan ini, petugas gabungan kepolisian dan Dishub mengecek kendaraan yang melaju dari arah Jakarta. Mereka berjaga di tengah membelah ruas tol dengan pengaman pembatas cone oranye. 

Polisi berompi hijau menyala memakai masker memilih kendaraan yang melintas. Kendaraan pribadi dan bus, melintas di sebelah kanan dan truk besar melintas di sebelah kiri. Polisi juga memegang semacam papan bertuliskan 'kaca mobil harap dibuka'. 

Dibanding awal larangan mudik, kini mobil pribadi, travel berisi penumpang dan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sudah berkurang. Hanya ada satu dua mobil plat hitam bernopol Jakarta yang diarahkan keluar.  Bagi yang ketahuan akan mudik, bakal diarahkan kembali lewat perbatasan timur Bekasi dan Karawang. Jalan tol mayoritas antrean truk barang bahan makanan pokok dan kendaraan berat untuk kontruksi.

Baca Juga : Terima Kasih Pak Jokowi, Papua Sudah Teraliri Listrik

Kondisi serupa juga terjadi di check point Tol Tangerang - Merak. Petugas menghalau kendaraan yang masuk dari Merak atau mengarah ke Banten lewat ruas tol ini. Lokasi penyekatan berada di dua jalur pintu tol Bitung.Tak hanya di jalan tol, jalan alternatif dan  jalan umum juga dijaga. Seperti   check point Kabupaten Bogor-Cianjur di Puncak Pas dan perbatasan Kabupaten Bogor dan Sukabumi, wilayah Cigombong. 

Di jalur Pantura, check point di Bekasi ada tiga titik lokasi. Yakni Sumber Artha Kalimalang, Bantargebang, dan Harapan Indah. Kemudian berlanjut   di perbatasan Bekasi - Karawang. Kebanyakan yang berputar arah kembali ke Jabodetabek di check point ini adalah kendaraan roda dua.

"Dengar ada teman berhasil lolos mudik ke Brebes. Pakai motor lewat jalur Pantura. Kalau nggak hari pertama atau kedua (larangan mudik). Saya nggak tahu jalur tikusnya jadi kena pemeriksaan di Kalimalang," cerita Pendi, pemotor yang balik lagi ke Jakarta.

Baca Juga : Pembangunan Daerah Jangan Cuma Bergantung Sama APBD

Warga kelahiran Jawa Tengah ini memaksa untuk mudik karena sudah tak ada penghasilan di Jakarta. Dia   mengaku akan mencoba kembali pulang lewat jalur tikus. Apalagi belum ada sanksinya. "Kerjaan sudah susah. Persediaan menipis. Ini juga sekalian pulang kampung, nggak balik lagi ke Jakarta," akunya.
 Selanjutnya