Pemkot Ngaku Kurang Anggaran

Jalanan Kota Bekasi Berlubang 5-10 Cm

Klik untuk perbesar
Musim hujan, Jalan KH Noer Ali, Kalimalang Kota Bekasi berlubang. Dikhawatirkan pengendara bermotor. (Foto : istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Jalanan di Kota Bekasi berlubang akibat curah hujan yang tinggi beberapa pekan terakhir. Lubang menyebar di berbagai titik. Kondisinya membahayakan pengendara. Beberapa sudah ditambal. Namun warga berharap jalanan segera diperbaiki secara menyeluruh. Tidak tambal sulam tapi aspal beton.

Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka, ruas jalan berlubang di Kota Bekasi di antaranya Jalan Chairil Anwar, Jalan Joyomartono, Jalan Juanda, dan Jalan Jenderal Sudirman. Rata-rata lubang berdiameter 10 hingga 20 sentimeter (cm) dengan kedalaman 5 sampai 10 cm. Jumlahnya tak cuma satu titik, tapi ada banyak menyebar di sepanjang jalan. Pengendara yang melintas harus hati-hati agar tidak terpeleset dan jatuh.

Selain ruas jalan ini, Jalan KH Noer Ali Kalimalang juga yang paling banyak dikeluhkan. Misalnya di seputar Metropolitan Mall, di sini nampak jalanan rusak sudah ditambal. Di sini, selain karena hujan, air yang meluber dari Kalimalang juga membuat jalanan bertambah rusak dan licin bagi pengendara.

Sementara yang paling parah adalah di kolong Tol JORR. Di sini, selain rusak, juga banjir saat hujan. Beberapa bagian sudah dibenahi. Tapi ada juga sedang diperbaiki. Kemudian dipasangi rambu penanda untuk keamanan para pengendara. Ada juga cat putih sebagai penanda ini sudah dicek petugas dan menunggu jadwal untuk diperbaiki.

Tasdi, seorang pengojek sepeda motor mengeluhkan kerusakan jalan ini. Dia harus ekstra hati-hati saat melintas di Kalimalang dan jalan di Bekasi lainnya. “Sudah ada yang ditambal, tapi karena hujan lagi, airnya Kalimalang merembes lagi, jadi rusak lagi. Harusnya diperbaikinya yang paten. Nggak tambal sulam,” pintanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengaku mulai mengebut perbaikan jalan rusak dan berlubang akibat curah hujan yang tinggi beberapa pekan terakhir ini. “Ada 30 sampai 40 persen jalan yang harus diperbaiki. Kita mulai lakukan perbaikan,” kata Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Tri mengungkapkan, sejumlah titik jalan menjadi gampang rusak karena dibangun menggunakan material aspal. Material itu, mudah rusak saat tergenang air. Tri berjanji Pemkot Bekasi akan melakukan perbaikan secara permanen ketika memasuki musim kemarau. Dia meminta pengguna jalan yang melintas di Kota Bekasi untuk bersabar.

Menurut dia, tim unit reaksi cepat (URC) setiap hari bekerja melakukan perbaikan jalan rusak di sejumlah ruas jalan. “Sementara tambal sulam dulu, menggunakan cold mix. Kami tempatkan rambu tanda ada jalan rusak juga,” ujarnya.

Kepala Seksi Pengembangan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Idi Susanto memaparkan, target perbaikan diprioritaskan untuk jalan protokol yang padat kendaraan. Perbaikan beberapa sudah dilakukan di sepanjang Jalan KH Noer Ali, terutama di samping Metropolitan Mall dan juga di Jalan Sudirman.

Diakuinya, dia kewalahan memperbaiki jalan rusak saat puncak musim hujan sekarang ini. Sebab, sejauh ini baru ada dua tim unit reaksi cepat (URC) yang bertugas mendata hingga memperbaiki jalan yang rusak. Padahal, titik jalan rusak sangat banyak karena terjadi hampir bersamaan.

“Jalanan rusak di sejumlah ruas jalan di Kota Bekasi diakibatkan hujan yang kerap terjadi belakangan ini. Kami keliling terus setiap hari, mendata dan memperbaiki. Kami akan pertimbangkan membentuk tim di setiap kecamatan,” paparnya.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Widayat Subroto mengakui, selain karena anggaran yang terbatas, kemampuan tim unit reaksi cepat (URC) tak sebanding dengan jumlah kerusakan. Padahal kerusakan timbul hampir setiap hari.

Dalam setahun, Kota Bekasi cuman punya anggaran sekitar Rp 3 miliar. Sementara, total panjang seluruh jalan lingkungan, arteri, hingga jalan protokol di Kota Bekasi mencapai 4.000 kilometer. “Anggaran kita sedikit dengan beban yang luar biasa. Jadi sangat dibutuhkan anggaran sangat besar untuk menanganinya,” tandasnya.[JAR]

RM Video