RMco.id  Rakyat Merdeka - Layanan bus gratis untuk mengatasi penumpukan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek atau commuterline dinilai masih nanggung alias setengah hati. Sebab, badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) hanya menyediakan bus gratis pada Jumat sore dan Senin pagi.

Misalnya Jumat (15/5) sore lalu, keberangkatan bus pukul 16.00 -16.30 WIb dengan rute Jakarta bogor dan Jakarta -Bekasi. Khusus rute Jakarta - Bogor disediakan rute Stasiun Dukuh atas Sudirman -Terminal Baranangsiang Bogor (2 unit bus), Stasiun Manggarai - Terminal Baranangsiang Bogor (2 unit bus), dan Stasiun Tebet - Terminal Baranangsiang Bogor (2 unit bus). Sementara, untuk rute Jakarta - Bekasi disediakan rute Stasiun Dukuh atas Sudirman Terminal Bekasi (2 unit bus) dan Stasiun Manggarai - Terminal Bekasi (2 unit bus).

Kemudian Senin (18/5) pagi, besok, bus akan diberangkatkan pukul 05.00 - 06.00 WIB dengan rute hanya BogorJakarta dengan titik keberangkatan dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Dukuh atas Sudirman Jakarta dengan jumlah 5 unit bus.

Berita Terkait : Langgar PSBB, 3 Tempat Usaha di Sunter Jakarta Utara Disegel

Marni, warga Bekasi, yang biasa menggunakan KRL ke tempat bekerjanya menilai kebijakan bus gratis ini setengah hati alias nanggung. “Seharusnya sediakan bus gratis setiap pagi dan sore tiap hari kerja. Bukan hanya Jumat sore dan Senin pagi doang. Kemudian ditentukan di mana saja ngetemnya dan tujuannya. Itu di akukan secara konsisten,’’ kata Marni.

Marni mempertanyakan, kenapa Senin (18/5) mendatang, bus gratis hanya diberangkatkan dari Bogor saja. Seharusnya dari semua kota penyangga lainnya, seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang. “Kalau serius menanggulangi kepadatan KRL, seharusnya disiapkan bus gratis itu dari semua kota penyangga, dan jumlah bus juga ditambah. Sebab, di dalam bus pun hanya bisa 25 orang,’’ paparnya.

Selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) menerapkan maksimal 60 orang dalam satu gerbong kereta. Untuk itu, bagi penumpang yang tidak bisa naik KRL, da lpat menggunakan fasilitas bus tersebut.

Berita Terkait : PSBB Belum Nendang Bro!

Untuk tahap awal ini, pemeri tah menyiapkan 15 unit bus seba gai angkutan alternatif bagi pengguna KRL Jabodetabek. Dengan tetap memenuhi prosedur pence lgahan Covid-19, bus ditempatkan di stasiun-stasiun yang rame.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti menyebutkan, pemerintah telah menyiapkan bus pada Jumat 15 Mei 2020 lalu dan Senin 18 Mei 2020. Bus disediakan karena beberapa kali masyarakat memaksa kan diri untuk menumpang KRL meski kapasitas sudah melebihi batas PSBB. Kondisi ini terjadi pada Senin pagi dan Jumat sore, maupun pada waktu menjelang buka puasa,” ujar Polana.

Diterangkannya, penumpang yang boleh naik hanya 50 persen dari total kapasitas bus. Penumpang harus memakai masker dan mempunyai surat tugas. Bus gratis ini pun sifatnya point to point. Artinya, bus berangkat dari titik awal keberangkatan dan hanya akan berhenti di titik tujuan.
 Selanjutnya