Penyebab Klaster Baru Covid-19 di Pademangan Barat, Jamaah Tabligh Tidak Isolasi

Penyebab Klaster Baru Covid-19 di Pademangan Barat, Jamaah Tabligh Tidak Isolasi
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara membukukan 115 kasus positif Covid-19. Kelurahan ini jadi yang tertinggi di Jakarta Utara.

Ternyata, penyebab tingginya angka positif Covid-19 berawal dari warga RW 011. Warga ini jamaah tabligh akbar yang baru pulang dari India beberapa waktu lalu. Sepulang dari India, warga ini lalai melakukan isolasi sesuai dengan protokol kesehatan.

Baca Juga : Pasca Restrukturisasi Kredit, Beban UMKM Ke Depan Makin Berat

"Yang bersangkutan ini beraktivitas enggak sesuai protokol kesehatan Covid-19. Masih beraktivitas di masjid, ke mana-mana, berinteraksi dengan warga," ungkap Camat Pademangan Timur Mumu Mujtahid, Selasa (19/5).

Selain itu, warga ini terpantau membesuk saudaranya yang tengah sakit di salah satu rumah sakit umum daerah. Setelah dijenguk, saudaranya ini meninggal dunia.

Baca Juga : Kemenperin Sudah Terbitkan 17 Ribu IOMKI

Dari sinilah aparat Kecamatan Pademangan bersama dengan puskesmas melakukan tracing penyebaran virus. Dari hasil tracing di RW 011, ternyata sudah cukup warga yang tertular Covid-19 dari warga tersebut.

Dari klaster pertama saja, ada 42 orang warga yang terinfeksi. Pihak Kecamatan Pademangan lantas melaksanakan rapid test setiap hari dan menemukan banyak kasus lainnya lain.

Baca Juga : Tingkatkan Kualitas Pendidikan, KPI UIN Jakarta Kerja Sama dengan IUQI Bogor

"Klaster berikutnya di RW 012 ada 30 kasus, RW 007 20 kasus yang belum jelas sumbernya. Memang padat sekali, tidak tertib physical distancing," tandasnya.

Total keseluruhan kasus Covid-19 di Kecamatan Pademangan mencapai 150 kasus positif. Selain 115 di Kelurahan Pademangan Barat, ada 18 kasus positif di Kelurahan Pademangan Timur dan 17 dari Kelurahan Ancol. [FAQ]