Advertorial

BPTJ: Negara Butuh Pejuang Yang Berdiam Diri di Rumah

Advertorial BPTJ: Negara Butuh Pejuang Yang Berdiam Diri di Rumah
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Berlebaran tidak lengkap tanpa mudik. Tradisi yang sudah turun temurun. Lalu tiba-tiba diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar, tradisi mudik terancam berhenti. Benarkah?

Sebelum menjawab pertayaan yang sama dan datang bertubi-tubi, ada baiknya kita bertanya pada diri, apakah Ramadhan kali ini, kita sudah menjadi manusia yang berarti? Apalagi di tengah wabah pandemi yang mengancam negeri.

Berita Terkait : Pertamina Patra Niaga bagi Sembako untuk Keluarga AMT

Mudik telah menjadi tradisi, Esensinya silaturahmi. Maka ketika pandemi menyebar ke pelosok negeri, kolaborasi adalah kunci.

Sama-sama berjuang, agar silaturahmi tidak berhenti pada tahun ini. Semoga terus bisa di tahun-tahun selanjutnya. Di tengah situasi yang emergency, negara membutuhkan para pejuang.

Berita Terkait : Peternak Blitar Gandeng PT Berdikari Distribusikan Telur Ayam

Tapi bukan pejuang yang membawa senjata yang dibutuhkan. Negara membutuhkan pejuang yang berdiam diri di rumah.

Inilah kesempatan kita untuk menjadi manusia yang berarti, manusia yang berkontribusi menghentikan pandemi. Pejuang yang menjadi bagian dari orang-orang yang bersama-sama menghentikan penyebaran Covid-19.
 Selanjutnya