Tekan Penyebaran Covid-19

BPJT Batasi Angkutan Umum Selama Libur Lebaran

Ilustrasi TransJakarta melintas. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Ilustrasi TransJakarta melintas. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Tranportasi Jabodetabek (BPTJ) membatasi jam operasional angkutan umum selama dua hari Lebaran, 24-25 Mei 2020. Pembatasan ini dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

“Transportasi di Jabodetabek pada Hari Raya Idul Fitri tetap berjalan dengan pembatasan,” kata Kepala Bagian Humas BPTJ Budi Rahardjo dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5).

Budi mengatakan, transportasi umum yang dibatasi di antaranya, Commuter Line. Dalam dua hari Lebaran, kereta hanya akan beroperasi pada pukul 05.00 sampai 08.00 dan 16.00-18.00 WIB. Di luar jam itu, stasiun kereta akan ditutup.

Berita Terkait : Tiki Tetap Layani Pengiriman Selama Libur Lebaran

Sementara, TransJakarta hanya akan beroperasi dari pukul 10.00 sampai 18.00 WIB pada hari pertama Lebaran, Minggu, 24 Mei 2020. Sementara pada Senin, 25 Mei 2020, TransJakarta hanya beroperasi pada pukul 05.00 sampai 19.00 WIB.

Angkutan umum reguler di luar DKI Jakarta yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi akan tetap beroperasi sama seperti awal penerapan PSBB yakni pada 05.00-19.00 WIB.

BPTJ juga menekankan terkait jumlah penumpang dalam kendaraan pribadi dan angkutan umum tetap berlaku kala idulfitri. Sehingga, jumlah penumpang hanya boleh 50 persen dari total kapasitas untuk kendaraan pribadi dan umum, serta 35 persen untuk total penumpang KRL.

Berita Terkait : PGN Jamin Pasokan dan Layanan Gas Aman Selama Lebaran

Budi menjelaskan, pengoperasian kendaraan umum saat Lebaran hanya ditujukan untuk memfasilitasi kegiatan yang dikecualikan dalam PSBB. Sektor usaha yang dikecualikan dalam PSBB adalah kesehatan, energi, komunikasi, keuangan, industri strategis dan pertahanan serta keamanan.

BPTJ meminta masyarakat tidak menggunakan kendaraan umum dan lebih memilih merayakan Lebaran di rumah masing-masing. BPTJ juga mengharapkan masyarakat tidak melakukan silaturahmi ke tempat keluarga dekat alias mudik lokal. Kegiatan tersebut sangat berpotensi menularkan Covid-19.

"Diharapkan masyarakat tidak mudik lokal sehingga selain mengurangi potensi penyebaran Covid-19, juga akan berdampak pada berkurangnya penggunaan angkutan pribadi saat idulfitri di Jabodetabek," jelasnya. [KPJ]