RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemprov DKI Jakarta mencatat ada 31 RW rawan penyebaran Covid-19. Sebanyak 31 RW tersebut berada di luar 66 RW berstatus Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) di masa PSBB transisi.

Selama PSBB transisi, Dinkes tidak hanya mengawasi 66 RW yang berstatus zona merah. Menurutnya, hampir seluruh RW diawasi. Bila Insiden Rate (IR) tinggi, peringatan harus dilakukan karena berpotensi zona merah. 

"Kami kan memantau setiap hari. Tapi (31 RW) bukan masuk ke 66 RW. Ini warning, hati-hati lho. Ada potensi, kalau nggak diawasi, akan jadi rawan," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam rapat kerja bersama Komisi E DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Meski demikian, IR di Jakarta masih berada di sekitar angka 8. IR adalah proporsi antara kasus positif per seratus ribu penduduk.

Pada Maret lalu, IR Jakarta mencapai 20. Artinya setelah PSBB, IR tersebut turun dan tetap stabil hingga saat ini. 

Berita Terkait : DKI Belum Aman Covid-19, Anies Perpanjang PSBB Transisi 14 Hari

Berikut rincian 31 RW rawan zona merah: 

Kecamatan Menteng

Di Kelurahan Pegangsaan di RW 01 dengan 29 kasus aktif, Kelurahan Kebon Sirih di RW 08 (6 kasus aktif) dan RW 10 (2 kasus aktif).

Kecamatan Senen

Di Kelurahan Kenari RW 04 (30 kasus aktif) dan Kelurahan Senen RW 04 Pasar Senen Dalam (8 kasus aktif). 

Berita Terkait : DPRD DKI: Nyawa Lebih Penting Dibanding Pembukaan Tempat Hiburan Malam

Kecamatan Cempaka Putih

Di Kelurahan Cempaka Putih Timur RW 02 (13 kasus aktif) dan RW 03 (5 kasus aktif). 

Kecamatan Tanjung Priok

Di Kelurahan Sunter Jaya: RW 01 (14 kasus aktif), RW 02 (13 kasus aktif), dan RW 09 (6 kasus aktif)

Kecamatan Tambora

Berita Terkait : Makin Edan, Anies Minta Warga DKI Tak Anggap Enteng Covid-19

Di Kelurahan Jembatan Besi: RW 01 (10 kasus aktif), RW 3 (1 kasus aktif), RW 4 (9 kasus aktif), RW 7 (12 kasus aktif), dan RW 10 (13 kasus aktif). 

Kecamatan Johar Baru

Di Kelurahan Kampung Rawa: RW 02 (14 kasus aktif)
 Selanjutnya