RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah sukses mengurai penumpukan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek di Stasiun Bogor, pengadaan bus gratis ditambah lagi 125 armada.

Kali ini, Stasiun Cilebut, Bojong Gede, Citayam,dan Stasiun Cikarang ikut kebagian armada bus gratis ini. Senin (13/7) lalu, Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan 150 bus gratis. Rinciannya, 140 bus diberangkatkan dari Jalan Mayor Oking di samping Stasiun Bogor. 

Sedangkan 10 bus lainnya diberangkatkan dari Pool Damri di samping Mal Botani Square, Baranangsiang, Kota Bogor. 

Kepala Badan Pengelola Trans portasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti menyatakan, rincian dari 125 penambahan bus gratis itu adalah 80 bus disiapkan di Stasiun Bogor dengan tujuan Stasiun Juanda, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Manggarai, Stasiun Dukuh Atas atau Sudirman, dan Stasiun Tebet. 

Kemudian tujuh bus disediakan di Stasiun Cilebut. Calon penumpang yang ingin naik bus gratis, titik keberangkatannya berada di Perumahan Pesona Cilebut. 

Sementara 8 bus sedang disediakan di Stasiun Bojong Gede. Bus akan disiapkan di Terminal Angkot Bojong Gede. 

Baca Juga : `Kalau Begini Terus Kita Bisa Ambruk`

Tujuan dua titik keberangkatan tersebut yakni Stasiun Juanda, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Manggarai, Stasiun Dukuh Atas atau Sudirman, dan Stasiun Tebet. Kemudian ada lima unit bus dari Stasiun Citayam dengan tujuan Stasiun Sudirman, Stasiun Manggarai, dan Stasiun Juanda. 

Disediakan pula 15 bus besar di Stasiun Cikarang yang bertujuan ke Stasiun Manggarai dan Stasiun Sudirman atau Dukuh Atas. Selanjutnya disediakan 10 bus gratis untuk warga Bogor yang hendak menuju ke Stasiun Sudirman atau Dukuh Atas dan Stasiun Juanda. 

Titik keberangkatannya ada di Botani Square. Meski angkutan alternatif gratis ditambah, Polana memperkirakan masih akan ada potensi antrean di berbagai stasiun awal daerah penyangga. 

“Karena ada pengecekan protokol kesehatan yang harus dilalui pengguna KRL. Yang kita usahakan bersama saat ini adalah bagaimana proses antrean dapat berjalan dengan secepatnya,” ujar Polana. 

Penumpang Apresiasi 

Menanggapi penambahan bus gratis ini, sejumlah calon penumpang mengapresiasi. Misalnya, Hendri, warga Bogor, yang tiap hari kerja dari Cilebut ke Tanah Abang bercerita, setiap Senin pagi, di Stasiun Cilebut penuh antrean sejak pagi buta. 

Baca Juga : Menag Diledekin, Gak Boleh Begitu

“Semoga alternatif bus gratis ini bisa mengurai antrean Senin pagi. Tapi jangan hanya tujuh bus. Ditambah 15 kek, supaya antrean di pintu masuk tak terlalu panjang,” ungkap Hendri. 

Hal sama diungkapkan warga Depok yang biasa naik KRL dari Stasiun Citayam, Enny. Dia akan mencoba bus gratis pagi ini. Sebab, lelah jika harus menunggu antrean panjang setiap Senin pagi di stasiun. 

“Kalau bisa bus difokuskan untuk perempuan saja. Karena nggak kuat kalau harus antre panjang masuk stasiun,” ujar Enny, perempuan yang bekerja di perusahaan swasta di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat ini. 

Yakin Urai Antrean Direktur Utama Perusahaan Umum Pengangkut Penumpang Djakarta (Dirut Perum PPD) Pande Putu Yasa menyatakan, pihaknya ditunjuk langsung oleh Kemenhub bekerja sama dengan BPTJ dalam penyediaan fasilitas tersebut. 

Dia yakin, bus bantuan akan efektif mengurai kepadatan penumpang di KRL. Penam bahan bus gratis akan menurunkan waktu antrean penumpang masuk KRL hingga 10-20 menit. 

“Semula penumpang harus menunggu hingga dua jam untuk bisa menaiki KRL,” kata Pande. 

Baca Juga : Azyumardi Deklarasi Golput 20-12

Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor dan BPTJ telah mengatur sistem keberangkatan penumpang dengan menyiapkan jalur antrean bus sesuai tujuan keberangkatan. Petugas akan memeriksa suhu tubuh penumpang dan memberikan hand sanitizer sebelum naik bus. 

Selain itu, kapasitas bus hanya dapat dinaiki hingga 70 persen penumpang saja. Dia berharap, seluruh penumpang yang menaiki bus bantuan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan selalu menjaga kesehatan, serta tertib saat mengantre. 

“Peranan PPD sebagai stabilisator menjadi amanah terbesar. Dalam menjaga amanah tersebut kami tidak main-main, mulai dari sterilisasi armada, kesiapan dan kesehatan pramudi hingga koordinasi dan pengawasan di lapangan. Kami berharap penumpang juga patuh protokol ke sehatan,” ujarnya. 

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan, penyediaan bus gratis bukan solusi permanen mengurai kepadatan di Stasiun Bogor. Bima beserta pihak terkait tengah mencari cara lain. 

“Memang berhasil mengurai. Tetapi sekali lagi, ini bukan so lusi permanen. Tiap Senin mudah-mudahan bisa seperti ini. Kita sedang mematangkan terus strategi lain bersama PT KAI, Kemenhub, Pemprov Jakarta,” kata Bima. [FAQ]