RMco.id  Rakyat Merdeka - Ini ironis. Mayoritas warga sukarela mematuhi aturan berhelm untuk pengendara motor, dan seat belt bagi pemobil. Tapi kenapa ketika disuruh pake masker agar terhindar dari virus corona, banyak yang menolak ya?

Padahal masker bukan hanya menyelamatkan diri mereka sendiri. Tapi juga keluarga dan orang terdekat. Bagaimana mana solusinya? Banyak yang meminta agar petugas lebih keras menerapkan aturan ini.

“Bukan dengan imbauan. Itu nggak mempan. Harus pake sanksi atau denda yang lebih berat. Kalau perlu hukuman kurungan,” tegas Harianto, warga Jakarta Timur, kemarin.

Baca Juga : Penikaman Ulama, Mahfud MD Duga Ada Kelompok Terorganisir

Sejak diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, sudah 27.000 warga DKI terjaring tak pakai masker. Ini yang tercatat petugas. Imbasnya, kasus positif Covid-19 terus meningkat.

Pantauan Rakyat Merdeka warga Jakarta sudah jarang yang menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin. Kerumunan orang makin banyak setelah sejumlah aktivitas ekonomi dan bisnis dibuka selama PSBB transisi.

Di pasar, restoran, pasar malam, dan tempat keramaian lain- nya, dengan mudah ditemukan orang ngobrol tanpa masker. Banyak yang sudah abai dan menganggap virus ini tak ada, hanya sebuah rekayasa.

Baca Juga : HNW Apresiasi Jokowi

“Masih aja ngomongin corona. Beneran nggak itu? Buktinya udah lama nggak pakai masker, tetapi nggak apa-apa tuh,” celetuk warga yang tak memakai masker di sebuah warkop di pinggir jalan di Jakarta Barat.

Warga pun khawatir dengan makin longgarnya pengawasan penegakan aturan PSBB transisi. Nurma, pekerja swasta di wilayah Jakarta Selatan ini heran dengan abainya warga terhadap aturan memakai masker.

Dia menyarankan, sudah saatnya penerapan sanksi tegas yakni dengan denda sesuai aturan yang ada. Sanksi sosial membersihkan fasilitas umum terbukti hanya jadi tontonan. Tak menimbulkan efek jera.

Baca Juga : Nih, Aturan Pakai Masker Biar Nggak Disanksi

“Apa susahnya pakai masker ya. Orang Indonesia harus disanksi tegas. Denda uang atau kalau perlu kurungan. Pengawasan diperketat. Ajak tokoh agama dan masyarakat turun langsung. Minimal untuk pakai masker. Jelasin virus ini bukan rekayasa loh,” sarannya.
 Selanjutnya