RMco.id  Rakyat Merdeka - Warga Jakarta didorong agar menggunakan sepeda sebagai alat transportasi. Untuk itu, sejumlah jalur sepeda akan dilebarkan dan ditambah di jalan-jalan Ibu Kota. 

“Mudah-mudahan warga Jakarta bisa makin banyak menggunakan sepeda sebagai alat transportasi yang murah,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. 

Dia optimistis sepeda bisa menjadi alat transportasi. Sebab, saat ini angka penjualan sepeda di Jakarta meningkat 1.000 persen. 

“Kita mengapresiasi warga yang mulai minat bersepeda,” tambah Riza. 

Dinas Perhubungan (Dishub) saat ini tengah menyiapkan sejumlah langkah. Yakni, melakukan penambahan ruas dan jalur sepeda. Kemudian melebarkan jalur yang sudah ada. 

“Dishub DKI sudah mengatur. Tidak hanya penambahan panjang (ruas jalur sepeda), tapi juga lebarnya,” ungkap Riza. 

Menurutnya, penambahan lebar jalur bagi para pegowes itu sebagai bentuk apresiasi karena meningkatnya hobi bersepeda di masa pandemi Covid-19. 

Untuk itu, menyediakan fasilitas yang dapat mendukung warga menggunakan sepeda merupakan keinginan Pemprov DKI Jakarta. 

Baca Juga : Terobos Pos Pengawasan Cakung, Pengendara Tabrak Petugas

“Prinsipya kami memberi tempat terbaik, terutama bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda,” katanya. 

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya menambah dua lajur jalan untuk pesepeda di Jalan Sudirman-Thamrin. 

Alasannya, berdasarkan hasil evaluasi Dishub DKI, tercatat peningkatan jumlah pesepeda di Sudirman-Thamrin, terutama pada Minggu. 

Nantinya, Dishub DKI akan mengevaluasi kembali pengadaan jalur sepeda di sepanjang jalan protokol Jakarta itu pekan depan. 

Pasang Marka Khusus

Politisi Kebon Sirih mendukung rencana pelebaran jalur sepeda di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta. 

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi mengatakan, dukungan perlu diberikan mengingat melonjaknya antusiasme warga Jakarta menggunakan sepeda saat ini. 

“Ini menjadi bukti bahwa Pemprov DKI telah berhasil mendorong warganya tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi. Otomatis kemacetan berkurang dan bisa menekan polusi karena peminatnya tanpa diduga semakin membeludak,” ujarnya. 

Baca Juga : Pasca Banjir, Pabrik AQUA Mekarsari Kembali Beroperasi

Rencana pelebaran jalur pegowes dilakukan Pemprov DKI Jakarta sebagai respons tingginya pengguna sepeda di masa pandemi. 

Berdasarkan hasil evaluasi, Dishub mencatat adanya peningkatan volume sepeda di kawasan Sudirman-Thamrin. 

Meski demikian, Suhaimi mewanti-wanti agar Dishub memperketat pengawasan disiplin protokol kesehatan pada setiap kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). 

Menurutnya, Dishub DKI perlu menurunkan banyak petugas di lapangan untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan. 

“Semakin banyak yang suka bersepeda, harus kita acungi jempol. Di sini tugas Dishub untuk selalu berjaga ditempat keramaian, dan mengimbau kepada pesepeda agar tetap melaksanakan protap kesehatan. Imbauannya harus persuasif, dan humanis ya,” ungkapnya. 

Selain itu, Suhaimi juga meminta Pemprov DKI mengutamakan kenyamanan dan keamanan para pegowes. Seperti memasang marka khusus, dan menempatkan petugas untuk menjaga jalur sepeda agar tetap steril dari kendaraan bermotor. 

“Pekerjaan rumah Pemprov DKI membuat pesepeda merasa aman dan nyaman. Jangan sampai ada yang terserempet mobil, makanya dibuatlah rambu khusus dan yang paling penting jalur aman dari kendaraan roda dua,” tuturnya. 

Tingkatkan Imun

Baca Juga : 5.000 Tahanan Taliban Dibebaskan, Sebagian Kembali Perangi Afghanistan

Ketua Umum Bike 2 Work (B2W) Indonesia, Poetoet Soedarjanto mengatakan, selama pandemi di beberapa kota terjadi peningkatan jumlah pengguna sepeda untuk ke kantor. 

Menurutnya, peningkatan terjadi karena berbagai faktor. Gencarnya pemberitaan media bahwa aktivitas bersepeda menjadi pilihan bertransportasi dan olahraga. Beberapa negara lain bahkan memberi insentif bagi pesepeda. 

Jadi tak sedikit yang memilih bersepeda ke kantor untuk menghindari pembatasan atau berdesak-desakan di angkutan umum. Selain itu, bersepeda dinilai mampu meningkatkan dan menjaga imunitas tubuh. 

“Naik sepeda juga paling aman unt uk mobilitas bila dibandingkan dengan naik angkutan umum,” kata Poetoet. 

Selain itu, adanya pembatasan juga jadi penyebab sepeda kini diminati. Banyak orang memilih bersepeda di lingkungan sebagai cara berolahraga. 

Apalagi berolahraga di gym, sepak bola, dan berenang, tidak mungkin dilakukan saat pandemi ini. 

Dia berharap, meningkatnya minat bersepeda tentunya juga harus dibarengi dengan prasarana yang memadai. Di Jakarta, jalur sepeda sudah disiapkan di beberapa ruas jalan. 

Hal itu mendorong peningkatan jumlah pesepeda di Ibu Kota. Terutama sekarang dengan meningkatnya minat bersepeda, penting bagi pemerintah untuk memiliki regulasi yang tepat agar masyarakat dapat bersepeda dengan aman. [MRA]