RMco.id  Rakyat Merdeka - Eks Anggota Presidium Relawan Anies-Sandi, Tom Pasaribu, meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mengumbar retorika terkait proyek Reklamasi Ancol yang izinnya sudah dikeluarkan dalam bentuk surat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020. Tom menilai, alasan Anies memberi izin pelaksanaan perluasan kawasan rekreasi Dufan seluas lebih kurang 35 hektare dan kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol seluas lebih kurang 120 hektare untuk mengatasi banjir Jakarta terkesan mengada-ada.

“Alasan itu mengada-ada. Sebab, program tersebut tidak ada dalam 23 janji kampanye Anies-Sandi pada Pilkada DKI 2017,” jelas Tom, dalam keterangannya, Selasa (21/7).

Baca Juga : Lokomotiv Plovdiv vs Tottenham, Keok Berarti Selamat Tinggal

Karena itu, Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I) ini mendesak Anies berhenti merangkai kata-kata. Dia memandang, adanya reklamasi itu memperlihatkan ketidakkonsistenan Anies dengan janji dan ucapannya saat kampanye Pilkada DKI dulu.

"Hentikanlah cerita kosong membangun untuk rakyat Jakarta. Bekerjalah sesuai dengan ajaran Pancasila dan Pembukaan UUD 45," tegasnya.

Baca Juga : Sabina Altynbekova, Anggun Kenakan Gaun Panjang

Jika Anies keukeuh melanjutkan reklamasi itu, Tom tidak bisa melarang. Namun, dia meminta Anies dan pihak-pihak yang setuju dengan reklamasi itu harus bertanggung jawab jika setelah reklamasi selesai, banjir tetap melanda Jakarta.

"Kalau proyek ini tetap dipaksakan, silakan. Tapi, kalau Jakarta masih tetap banjir nanti bulan Desember atau Januari, semua yang menyetujui dan mendukung proyek Reklamasi Ancol harus harus bertanggung jawab. Kalua perlu mengundurkan diri dari posisi masing-masing,” tutupnya. [USU]