RMco.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan kondisi Ibu Kota saat ini masih belum aman dari pandemi Covid-19. Selama dua pekan terakhir, angka positivity rate, atau persentase kasus positif dibanding total kasus diperiksa, menunjukkan kenaikan.

"Apakah kemudian Jakarta aman? Tidak, belum. Mengapa? Justru kita sekarang harus waspada. Karena, dalam dua minggu terakhir ini, nilai positivity rate menunjukkan tren yang meningkat,” ujar Anies.

Berita Terkait : Mulai Besok, Blok G Balai Kota Lockdown 3 Hari

Dirincikan, tiga minggu lalu, nilai positivity rate di Jakarta ada di angka 4,8 persen. Kemudian, dua minggu lalu naik menjadi 5,2 persen. Seminggu terakhir, menjadi 5,9 persen. “Jadi, kita harus waspada,” tandasnya.

Menilik data jumlah positif per Jumat (24/7), angkanya meningkat 297 orang dari hari sebelumnya. Alhasil, jumlah positif mencapai 18.365 kasus. Rinciannya, 11.552 orang atau 63 persen sembuh, 6.058 aktif dengan kondisi dirawat atau masih isolasi diri. Sementara yang meninggal, 755 orang.

Berita Terkait : Golkar Pede, Pilkada di Tengah Pandemi Tetap Berjalan Baik

Meski begitu, saat ini Jakarta memiliki kekuatan penanggulangan virus cukup baik. Ibu Kota, saat ini memiliki 67 rumah sakit rujukan covid-19, dengan kapasitas 4.556 tempat tidur isolasi. Kemudian, ada 659 ICU khusus Covid-19. Kemampuan testing PCR atau tes virus pun meningkat.

Totalnya, jika dihitung spesimen ada 499.410. Namun, yang dijadikan standar oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) bukan spesimen, melainkan jumlah orang baru yang diperiksa.
 Selanjutnya