Jumlah Disabilitas Di DKI Banyak

Kualitas Difabel Harus Diperhatikan, Satu SLB Negeri Setiap Kecamatan

Salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jakarta Barat. (Foto : sekolah.data.kemdikbud.go.id)
Klik untuk perbesar
Salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jakarta Barat. (Foto : sekolah.data.kemdikbud.go.id)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di DKI Jakarta saat ini masih minim. Idealnya, satu SLB setiap kecamatan. Makanya Dinas Pendidikan dan DPRD DKI Jakarta sepakat untuk menambah sekolah anak berkebutuhan khusus tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto mengatakan, saat ini hanya ada delapan SLB Negeri di DKI Jakarta. “Idealnya kami ingin satu kecamatan ada satu SLB Negeri, sehingga penyandang disabilitas ini bisa lebih dekat, mendekati tempat mereka tinggal dengan tempat mereka belajar,” katanya.

Anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan pendampingan yang melekat. Keberadaan SLB Negeri pun menjadi suatu hal yang mutlak untuk anak-anak tersebut. “Ketika jarak tempuhnya jauh, waktu orangtuanya akan tersita untuk menunggu sehingga mereka memiliki keterbatasan aktivitas. Nah kalau nanti jarak tempuhnya semakin dekat mudahan mudahan reduksi waktu bisa kami lakukan,” ucapnya.

Baca Juga : Yang Dipertuan Agong Tunjuk Muhyiddin Yassin Jadi PM Malaysia Yang Baru

Menurut Irianto, fakta di lapangan anak-anak dari kebutuhan khusus seperti gunung es. Apabila diperhatikan di permukaan hanya tampak sedikit, tapi sejatinya di lapangan cukup banyak. “Ini banyak faktor sosial yang memengaruhi, juga ketidaksiapan masyarakat untuk mengakui anaknya kategori luar biasa. Keterbatasan Sekolah Luar Biasa juga cukup banyak,” ucapnya.

Pada masa mendatang, Pemprov DKI Jakarta mempunyai komitmen untuk menambah jumlah SLB Negeri. Harapannya, kebutuhan SLB Negeri bisa memberikan manfaat bagi warga Jakarta yang kurang mampu dan memiliki anak berkebutuhan khusus.

DPRD DKI Jakarta menyambut positif usulan itu. Anggota Komisi E DPRD DKI Rois Hadayana Syaugie mengatakan, upaya penambahan SLB negeri perlu direalisasikan mengingat siswa berkebutuhan khusus atau difabel masih belum mendapatkan kualitas pendidikan yang baik.

Baca Juga : Sambut Liga 1 2020, Wapres Ingin Sepak Bola yang Berakhlaqul Karimah

Sementara dengan kualitas dan fasilitas mumpuni dapat meningkatkan kreatifitas dan daya saing kaum disabilitas di tengah masyarakat. “Karena itu, saya kira harus segera ditambah ya, itu harus disiapkan dan semestinya semua dapat layanan pendidikan yang terbaik, termasuk anak- anak difabel ini,” ujarnya.

Pihaknya setuju jika penambahan kuota SLB negeri harus diselaraskan dengan kuantitas tenaga pengajar untuk mengedukasi peserta didik difabel. “Karena idealnya seorang guru hanya mengajar sampai delapan siswa SLB, ini yang harus diperhatikan,” ungkapnya.

Rois mendorong Dinas Penddikan sebagai mitra kerja Komisi E dapat mematangkan segala persiapan penambahan kuota SLB negeri di Ibukota. Termasuk, pendirian izin bangunan hingga pengawasan kualitas tenaga pengajar yang tepat sasaran. “Izin pendiriannya jangan ada yang bermasalah, fasilitas pendukung ajarnya jangan sam- pai kurang, guru-gurunya harus yang tahu menangani anak- anak berkebutuhan khusus ini,” tandasnya. [MRA]