RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPW Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) DKI Jakarta, Miftahudin menyatakan, pihaknya berusaha agar DKI Jakarta tidak menjadi provinsi tertinggi klaster Covid-19 pasar tradisional.

Berita Terkait : 53 Pekerja Migas di Anambas Kena Corona, Semuanya Sudah Dibawa ke Jakarta

Berdasarkan data terkini Ikappi, sudah sekitar 45 pasar yang telah ditutup sementara di DKI Jakarta. Melihat hal itu, pihaknya tengah menarget 155 pasar untuk diberdayakan dan diedukasi.

Berita Terkait : Pansus Banjir Lanjut Jaring Masukan Warga

"DKI Jakarta merupakan provinsi tertinggi atas penularan Covid-19 di klaster pasar dalam kurun waktu sebulan terakhir. Misalnya di Pasar Cempaka Putih dari 98 yang test swab, 70 di antaranya dinyatakan positif," papar Miftahudin.

Baca Juga : Dihadapan Pengusaha Jamu, Mendag Beberin Cara Genjot Ekspor

Ikappi menilai, PD Pasar Jaya kurang aktif memberi edukasi dan sosialisasi terhadap bahaya Covid-19. Imbasnya, ada dis-informasi di level paling bawah, yakni para pedagang. "Kita akan terjun lakukan edukasi protokol kesehatan secara masif. Begitu juga ada program pembagian 200 ribu masker," ungkapnya. (FAQ)