RMco.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan Pemprov DKI yang menghidupkan kembali aturan ganjil genap di masa pandemi corona diprotes driver online. Mereka khawatir pendapatan akan makin melorot. 

Baca Juga : Uni Eropa Siap Kucurin Pinjaman Rp 5,2 Triliun


Hal ini diutarakan Ketua DPD Asosiasi Driver Online  (ADO) DKI Jakarta dan Bodatebek, Samsudin, Minggu (2/8).  

Baca Juga : “Saya Ingin AS Tahu RI Perbaiki Iklim Investasi”

Dia meminta Pemprov DKI mempertimbangkan kembali pemberlakuan ganjil genap, mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya kembali normal. 
       
Dikatakannya, para pengemudi transportasi online paling kena dampak pandemi Covid-19. Hingga kini pun masih sepi pesanan. 
     
"Dengan diberlakukannya ganjil genap, penghasilan pengemudi akan kembali turun drastis karena ruang gerak yang terbatas. Pemprov DKI Jakarta harus membuka ruang komunikasi dan diskusi sebelum kembali menerapkan aturan ganjil genap," sarannya. [FAQ]