RMco.id  Rakyat Merdeka - Kedisiplinan warga Jakarta menerapkan protokol kesehatan semakin kendor. Makanya yang terpapar virus corona atau Covid-19 terus meroket.

Dalam dua pekan terakhir, penambahan kasus positif Covid-19 di Ibu Kota masih terbilang tinggi. Misalnya, pada 6 Agustus lalu, bertambah 597 orang, sehingga total positif di DKI Jakarta mencapai 23.863 orang.

Berita Terkait : Silakan Tindak dan Bina Warga Tak Patuh Protokol Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Widyastuti mengakui, masih banyak warga yang tidak menaati protokol kesehatan Covid-19, terutama soal pemakaian masker.

“Kami mempunyai data bahwa sampai saat ini punishment-nya ada dua. Pertama, bentuk uang. kita sudah mengumpulkan lebih dari Rp 2 miliar dari pelanggaran tadi,” kata Widyastuti, di Graha BNPB, Jakarta.

Berita Terkait : Sidak Bandara Soetta, BKS Cek Protokol Kesehatan

Ditegaskannya, Pemprov DKI Jakarta tidak pernah bermaksud mengejar duit denda di masa pandemi Covid-19. Tujuan denda hanya ingin agar ada efek jera dan mendisiplinkan warga me matuhi protokol kesehatan.

Kedua, pemerintah juga memberlakukan sanksi sosial bagi para pelanggar protokol kesehatan. Seperti tempat dan fasilitas umum yang ditetapkan dengan memakai rompi pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca Juga : Wagub DKI Evaluasi Gugus Tugas Covid Tingkat RW

Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin,  telah  menyetor  total  Rp 2,47 miliar ke kas daerah dari sanksi denda pelanggar PSBB sejak PSBB periode dua hingga perpanjangan PSBB transisi.

“Total keseluruhan sampai dengan minggu ini ada Rp 2.470.710.000. Itu terkumpul dari 3 sektor, pelanggar tidak menggunakan masker, fasilitas umum seperti kafe, perkantoran, pusat perbelanjaan, kemudian kegiatan sosial budaya sejak PSBB  tahap  dua,”  kata  Arifin dalam keterangan tertulisnya.
 Selanjutnya