Solusinya Pembangunan Flyover

Perlintasan Rel KA Biang Kerok Kemacetan Di Kawasan Lenteng Agung

Klik untuk perbesar
Perlintasan KA Lenteng Agung yang sering macet. (Foto : istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Jalan layang alias flyover di perlintasan rel kereta api di depan Kampus IISIP Jakarta, Jagakarsa, Jakarta Selatan, bakal terwujud seperti sudah lama dinantikan warga di sana. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera membangun flyover tersebut.

Ini akan mengurangi kemacetan yang setiap hari terjadi di sepanjang Jalan Lenteng Agung Raya, yang terbentang mulai dari Stasiun Tanjung Barat hingga gerbang masuk Kota Depok, Jawa Barat.

Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka, setiap hari ruas Jalan Lenteng Agung Raya macet. Terutama saat pagi dan sore. Kemacetan terjadi di ruas jalan menuju Jakarta maupun sebaliknya. Kemacetan parah di jalur ini biang keroknya antara lain perlintasan rel kereta api yang berada di antara Kampus ISIIP Jakarta dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Lenteng Agung.

Baca Juga : Alami Kekerasan dan Kecelakaan, 2 Pengawas Pemilu di NTT Meninggal


Akibat aktivitas kereta yang tinggi, kendaraan dari arah Jakarta menumpuk di putaran balik, terutama setiap pagi dan sore. Kendaraan mulai melambat di ruas arah menuju Depok terjadi sejak SPBU sebelum perlintasan. Begitu memutar balik, tepat di depan Kampus IISIP, kendaraan sudah stuck total.

Pemotor bahkan banyak yang melintas di trotoar. Kemacetan Jalan Lenteng Agung Raya semakin diperparah karena di setiap stasiun dan halte, seperti Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Lenteng Agung, Stasiun Universitas Pancasila, marak angkot pada ngetem.

Misalnya, di ruas jalan menuju Jakarta, setiap hari angkot ngetem di pertigaan Jalan M Kahfi 1 dan M Kahfi 2 jadi biang kerok kemacetan di depan Stasiun Lenteng Agung. Imbasnya, kemacetan mengular hingga ke depan Universitas Pancasila. Selain itu, di titik ini, meski ada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), sebagian warga memilih langsung menyeberang di jalan yang memperlambat laju kendaraan dan membuat lalu lintas kian macet.

Baca Juga : MUI Bakal Kumpulkan Sejumlah Ormas Islam

“Setiap pagi sama sore, macet banget. Ini akibat perlintasan kereta, ditambah angkot ngetem, semrawut deh,” ujar Lidya, di Kampus IISIP, Jakarta Selatan, kemarin. “Tolong disterilkan dan cari solusi mengurangi titik kemacetan. Soalnya ini jalur utama warga Depok, Bogor keluar masuk Jakarta. Terutama pu- taran balik perlintasan kereta itu, harusnya ada flyover,’’ imbuh Lidya.


Rencana pembangunan flyover sebenarnya sudah direncanakan sejak 2018 lalu. Camat Jagakarsa Mundari menyatakan, setelah semua kajian beres, flyover rencananya akan dibangun tahun ini. “Nanti pintu perlintasan kerera apinya akan ditutup permanen. Kendaraan yang memutar balik akan naik ke jalan layang. Ren- cananya, bentuk flyover seperti tapal kuda, putaran balik di kedua arah. Di tengahnya akan ada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) bagi pejalan kaki,” ungkap Mundari.

Berdasarkan kajian lalu lintas, terang Mundari, pembangunan flyover ini diprediksi mengurangi tingkat kemacetan antara 40 hingga 50 persen. “Bayangkan, kereta lewat setiap tiga menit dan kendaraan menumpuk. Ini yang membuat kawasan macet. Prediksinya, kemacetan berkurang antara 40 sampai 50 persen kalau ada flyover itu,” ujarnya.

Baca Juga : Dubes Jerman Peter Schoof Gelar Perpisahan Sekaligus Sambut Konsul Kehormatan Surabaya

Dipaparkannya, persiapan pembangunan flyover telah matang. Saat ini pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. “Desainnya sudah siap. Seka- rang masuk ke tahap sosialisasi. Mudah-mudahan bisa segera dieksekusi karena targetnya bisa selesai 2019 ini,” tandasnya. [FAQ]

RM Video