Indonesia Darurat Sampah Plastik

Tragis, Paus Mati Telan Sampah Plastik 5,9 Kg

Paus Sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar di Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Paus tersebut ternyata menelan sampah 5,9 kg. (Foto: IG @wwf_id)
Klik untuk perbesar
Paus Sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar di Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Paus tersebut ternyata menelan sampah 5,9 kg. (Foto: IG @wwf_id)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Mengenaskan. Seekor paus jenis Sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar di Pulau Kapota, Wakatobi , Sulawesi Tenggara dalam keadaan sudah membusuk pada Senin (19/11) pukul 08.00 WITA, ternyata menelan sampah 5,9 kg.

Seperti dikutip dari akun Twitter Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan (AKKP) Wakatobi, saat ditemukan, kondisi paus berukuran + 9,5 m dan lebar + 437 cm itu sudah tidak baik. Bagian tubuhnya pun sudah tidak lengkap. Sehingga, pihak berwenang tak dapat melakukan nekropsi untuk melakukan penyebab kematian paus tersebut.

Baca Juga : Dipanggil KPK, Hasto Datang

Tragisnya, di dalam perut paus nahas itu, ditemukan sampah plastik 5,9 kg. Sampah plastik 5,9 kg itu terdiri dari plastik keras (19 pcs, 140 gr), botol plastik (4pcs, 150 gr), kantong plastik (25 pcs, 260 gr), sandal jepit (2pcs, 270 gr), didominasi oleh tali rafia (3,26 kg), dan gelas plastik (115 pcs, 750 gr).

Sampah plastik 5,9 kg yang ditemukan di perut paus yang terdampar di Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Sampah tersebut didominasi tali rafia. (Foto: IG @wwf_id)

Paus tersebut rencananya akan dikuburkan hari ini (20/11), di sekitar Pantai Kolowawa Desa Kapota Utara, agar rangkanya dapat tetap diselamatkan. Rangka paus tersebut akan dipindahkan ke kampus AKKP Wakatobi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sarana penelitian. 

Baca Juga : Pasien Terduga Virus Korona di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Belum Bisa Dipastikan

Sebelumnya, pada Jumat (16/11), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memposting video seekor penyu dengan sedotan tersangkut di hidungnya. Sekelompok ilmuwan dalam video tersebut, butuh waktu 10 menit untuk menarik sedotan itu. “Stop penggunaan sedotan plastik. Menjadi sampah di laut dan menyakitkan kesayangan kita,” himbau Menteri Susi dalam akun Twitternya, @susipudjiastuti.

Untuk diketahui, Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah China. Menurut data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik Indonesia mencapai 64 juta ton/tahun di mana sebanyak 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

Baca Juga : Antisipasi Virus Korona, Sriwijaya dan Lion Air Nggak Boleh Terbang ke Wuhan

Jadi, tunggu apa lagi. Ayo kita kurangi sampah plastik yang apat berakhir di tubuh satwa laut! [HES]