RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan lahan makam alternatif. Hal itu sebagai antisipasi, jika Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus jenazah Corona penuh.

“Sudah disiapkan alternatif- alternatif tempat. Disiapkannya bukan dari sekarang, tapi sejak Maret. Insya Allah dapat tertampung,” ungkap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan,di Balai Kota, Jakarta Pusat, kemarin.

Berita Terkait : Sekolah Mulai Dibuka

Namun Anies tidak menyebutkan di mana lokasi pemakaman alternatif khusus jenazah yang menggunakan Protap Covid-19 tersebut. Di Jakarta ada dua TPU sebagai makam jenazah yang menggunakan Protap Covid-19. Yakni TPU Pondok Rangon di Jakarta Timur dan TPU Tegal Alur di Jakarta Barat.

Diperkirakan, satu hingga dua bulan ke depan, blok makam khusus Covid-19 itu akan penuh. Apalagi jika tingkat kematian per hari kian tinggi seperti saat ini. Anies merasa yakin dengan adanya lokasi pemakaman tambahan alternatif dan pemakaman yang kini tengah digunakan, dapat menampung jenazah Co- vid-19 yang jumlahnya memang terus meningkat.

Berita Terkait : DPRD Dukung Rencana Penambahan Lahan Pemakaman Khusus Covid-19

Untuk itu, Anies meminta warga tak asal berspekulasi. Sebab, pihaknya telah menghitung matang ketersediaan lahan pemakaman di Ibu Kota, serta jumlah jenazah yang harus dikubur sejak awal kemunculan kasus Covid-19, Maret lalu. “Jangan berspekulasi dulu. Seakan-akan tidak ada tempat,” tegas Anies.

Berdasarkan datawebsite resmi tanggap Covid-19 milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (corona. jakarta.go.id), sebanyak 5.083 jenazah dimakamkan menggunakan Prosedur Tetap (Protap) Covid-19 sejak awal Corona mewabah di Jakarta, Maret lalu.

Berita Terkait : Putus Rantai Covid-19, Ekonomi Dan Kesehatan Harus Bergandengan

Bahkan dalam dua pekan terakhir, sebanyak 591 jenazah dimakamkan dengan mekanisme Covid-19 ini. Dalam data tersebut, pemakaman dengan protap Covid-19 terbanyak terjadi pada 2 September lalu dengan 60 pemakaman.

Sedangkan, pemakaman paling sedikit terjadi pada 6 Maret dengan pemakaman sebanyak 1 kali. Rata-rata jumlah pemakaman menggunakan protap Covid-19 mencapai 26 hingga 27 jenazah per hari.
 Selanjutnya