RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemprov DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR (polymerase chain reaction). Hal ini demi menemukan kasus baru secara cepat. Selanjutnya, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi/perawatan secara tepat, sehingga memperkecil potensi penularan COVID-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, telah dilakukan tes PCR sebanyak 4.793 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 3.834 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 668 positif dan 3.166 negatif.

"Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 1.062 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 394 kasus dari 11 dan 12 September yang baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 71.724. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 51.767," terangnya, dikutip dari Siaran Pers Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Provinsi DKI Jakarta, Senin (14/9).

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 12.161 (orang yang masih dirawat/isolasi). Jumlah kasus konfirmasi, secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 55.926 kasus. Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 42.325 dengan tingkat kesembuhan 75,7% dan total 1.440 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,6% sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 4,1%.

Baca Juga : PKS Ganti Presiden, Syaikhu Geser Sohibul Iman

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 15,7%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 7,3%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Pada penerapan kembali PSBB seperti awal pandemi, Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI. Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan, sesuai risiko yang dimiliki. Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta mencegah penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta.

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker juga akan digencarkan. Begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya. Harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi memutus mata rantai penularan COVID-19.

Perlu diingat selalu untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip ini dalam berkegiatan sehari-hari:

Baca Juga : Selama PSBB, Satpol PP Jaktim Tindak 6.243 Orang Pelanggar Protokol Kesehatan

• Tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak.

• Selalu jalankan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1,5 - 2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.

• Seluruh kegiatan yang diizinkan beroperasi harus dalam kapasitas maksimal 50% dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

• Ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga : The Baby Alien, Pantang Balapan Sebelum Fit 100 Persen

Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi COVID-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB). Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai. Informasi lengkap seputar KSBB dapat melalui situs https://corona.jakarta.go.id/kolaborasi. [MRA]