RMco.id  Rakyat Merdeka - Bagi warga yang berniat berwisata ke pantai di Kepulauan Seribu, harus mengurungkan niatnya. Sebab, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melarang total kegiatan wisata ke Kepulauan Seribu selama PSBB.

Larangan ini diatur dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor 156 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan PSBB Bidang Transportasi.

SK tersebut diteken Kadis Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, pada 11 September lalu. Dalam SK tersebut disebutkan, transportasi dari dan mengarah ke Kepulauan Seribu hanya beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 18.00 WIB dengan pembatasan jumlah kapasitas angkut maksimal 50 persen. Yang boleh menyeberang ke Kepulauan Seribu hanya warga dengan KTP Kepulauan Seribu maupun petugas penanganan Covid-19 seperti TNI dan Polri.

Berita Terkait : Jakarta PSBB, Pulau Seribu Ditutup Untuk Wisatawan

“Angkutan perairan Kepulauan Seribu khusus warga ber-KTP Kepulauan Seribu, Aparatur Sipil Negara (ASN), petugas TNI atau Polri, dan petugas lainnya yang bertugas di Kepulauan Seribu yang dibuktikan dengan tanda pengenal dan surat tugas,” tulis Syafrin, dalam SK tersebut.

Seperti diketahui, diperketatnya kembali PSBB mulai berlaku 14 hingga 27 September 2020. Ini mengacu pada Pergub Nomor 88 tahun 2020 terkait perubahan Pergub Nomor 33 tahun 2020 tentang PSBB. Pergub Nomor 88 tahun 2020 diterbitkan tanggal 13 September 2020. Selama PSBB, Dishub DKI Jakarta masih memperbolehkan operasional transportasi massal, serta ojek online.

Namun, syaratnya disiplin menerapkan protokol kesehatan yaknimelakukan pembatasan jumlah penumpang serta wajib memakai masker. Perketat Pengawasan Dermaga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu mulai memperketat pengawasan di Pelabuhan Kali Adem, Marina Ancol, Rawasaban, dan Tanjung Pasir.

Berita Terkait : Jalanan Dan Pasar Padat, Pelanggaran Masih Marak

Keempat pelabuhan ini adalah akses keluar masuk utama ke Kepulauan Seribu. Di pelabuhan tersebut, petugas gabungan dari unsur tim gugus tugas pulau, tim kesehatan, Dishub, Satpol PP, Polri, dan TNI, mulai disebar sejak Senin (14/9) lalu.

Petugas mengecek protokol kesehatan, identitas penumpang dan awak kapal, baik di dermaga keberangkatan maupun di dermaga kedatangan. Petugas memberlakukan sistem satu pintu di dermaga utama dan di tiap-tiap pulau permukiman. Kapal penumpang wajib memberikan tanda jaga jarak, menyediakan thermo gun, fasilitas cuci tangan dan hanya boleh mengangkut penumpang 50 persen dari kapasitas.

“Akses keluar masuk diperketat. Kami pastikan protokol kesehatan dan disiplin dilaksanakan,” kata Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi, dalam keterangannya.
 Selanjutnya