RMco.id  Rakyat Merdeka - Yang ditakutkan warga akhirnya kejadian. Mereka kebanjiran di tengah pandemi Covid-19. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diharapkan melakukan antisipasi untuk mencegah banjir yang lebih buruk pada puncak musim hujan. Hanya dua jam hujan deras, Senin (14/9) lalu, sejumlah kawasan di Jakarta kebanjiran.

Antara lain di Jalan Raya Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Persisnya di depan kompleks perumahan Green Garden. Pantauan Rakyat Merdeka, arus lalu lintas sempat terputus. Kendaraan roda dua tak bisa lewat karena air menenggelamkan jalanan.

Untuk mengatasi genangan itu, sebuah mobil pompa milik Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat telah disiagakan di depan kompleks perumahan tersebut. Genangan disedot dan membuangnya ke saluran air. “Memang sudah langganan. Kalau banjir, jalanan terendam. Hampir dua jam belum surut,” ujar Andri, warga Green Garden ini.

Berita Terkait : Munir El Haddadi, Penyerang Andalan Sevilla Positif Corona

Genangan tinggi juga terjadi di Jalan Bangun Nusa Raya, Ceng- kareng, Jakarta Barat. Di sana bukan hanya pemotor, tetapi kendaraan roda empat pun sempat tak bisa melintas. Selain di dua titik itu, genangan juga terlihat di kawasan Rawa Buaya-Cengkareng, Sukabumi Selatan-Kebon Jeruk. Genangan air di dua titik ini me- mang tak terlalu tinggi.  Namun tetap merepotkan warga.

“Belum puncak saja sudah begini. Nanti kayak tahun lalu, bisa berhari-hari banjir. Semoga ada solusinya deh. Apalagi sedang pandemi begini. Kalau banjir kan kita ngungsi. Ini berarti rawan terjadi klaster pengungsian,” kata Amir, warga Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, kemarin.

Berdasarkan data Senin lalu, tinggi air di pos pemantauan banjir Jakarta di Peil Schaal/ PS (alat ukur tinggi air) Angke Hulu pukul 21:50 WIB mencapai 158 sentimeter.

Berita Terkait : Pola Usaha Kemitraan, Jurus Sakti Peternak Unggas Eksis Di Saat Pandemi

Menurut data Posko Banjir Jakarta, statusnya saat itu adalah siaga 3. PS Angke Hulu merupakan pos tempat pengendalian banjir Jakarta untuk aliran Kali Angke. Melihat kondisi ini, warga Jakarta Barat, Jimmi mengaku bertambah waswas. Sebab, Corona saja belum bisa diatasi, ditambah lagi banjir di Jakarta.

‘’Ngeri deh, Jakarta banjir pula saat Corona lagi mengamuk. Dua jam saja hujan sudah banjir begini, bagaimana saat musim hujan nanti ya. Penderitaan warga bisa berlipat-lipat jika banjir besar kembali menerpa Ibu kota,’’ ujar Jimmi.

Untuk itu, dia meminta Pemprov DKI Jakarta mengantisipasi hal ini. Laksanakan semua program pencegahan banjir. ‘’Warga makin tambah was- was nih. Makanya, Pemprov DKI jangan lengah, mumpung masih ada waktu, laksanakan semua program pencegahan banjir,’’ harapnya.

Berita Terkait : Buruan Isolasi Semua Pasien Positif Corona

Hal sama disampaikan Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim, Dodo Gunawan. Dia mengimbau agar pemangku kepentingan dan pemerintah daerah menyiapkan mitigasi bencana sejak dini.

‘’Mitigasi tersebut dengan melakukan pengelolaan tata air yang terintegrasi dari hulu hingga hilir,’’ sarannya.

Antara lain, lanjut Dodo, dengan upaya menyimpan air lebih lama ke danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya. Serta penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air berlebih.
 Selanjutnya