RMco.id  Rakyat Merdeka - Kantor Wali Kota Jakarta Selatan ditutup selama dua hari, mulai Kamis (17/9) hingga Jumat (18/9), menyusul ditemukannya 7 kasus positif Covid di instansi tersebut. Dan baru akan dibuka kembali pada Senin (21/9) mendatang.

Seluruh aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan menjalankan tugas kedinasan dari rumah (work from home/ WFH).

Berita Terkait : Nambah 3.536 Kasus Covid-19, DKI Jakarta Cetak Rekor Lagi

"Kebijakan ini diambil untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Selama dua hari, akan dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan di seluruh areal serta sarana dan prasarana kantor," kata Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali, Kamis (16/).

Selama bekerja dari rumah, ASN wajib menyampaikan laporan pekerjaan yang telah dilaksanakan kepada atasan langsung. Serta menginput ke dalam sistem e-kinerja pada hari yang berkenaan.

Berita Terkait : Wali Kota Jaksel Marullah Matali Terpilih Jadi Sekda DKI

Waktu bekerja minimal 7 jam 30 menit, dengan ketentuan presensi menggunakan foto yang menampilkan wajah dan badan dengan menggunakan pakaian dinas lengkap, serta informasi tempat tinggal dan waktu sebenarnya (real time).

Bukti presensi foto di laporan pagi dan sore hari. Sedangkan kantor yang mengadakan pelayanan seperti UPPRD Kebayoran Baru dan PTSP, tetap bisa beraktivitas dengan protokol kesehatan ketat yang akan diatur oleh kepala unitnya masing-masing. [FAQ]