RMco.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tak main-main menjatuhkan sanksi bagi para pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II. Baru empat hari PSBB diberlakukan, Anies sudah menutup 23 kantor yang melanggar protokol kesehatan. Anies ternyata tak cuma bicara manis, tapi bisa galak juga ya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Pemprov DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, pasca diberlakukan PSBB jilid II, pihaknya sudah melakukan inspeksi mendadak alias sidak ke-237 perusahaan.

Berita Terkait : Anies - Luhut Makin Mesra

Hasilnya, ada 23 perusahaan yang ditutup karena ada pegawainya yang terpapar positif Corona dan melanggar PSBB. “14 perusahaan ditutup karena ada karyawan positif dan 9 perusahaan karena melanggar protokol kesehatan Corona. Ditutup tiga hari,” kata Andri Yansyah, kemarin.

14 perusahaan yang ditutup karena adanya karyawan positif Corona tersebar di lima wilayah DKI Jakarta. Rinciannya, enam perusahaan di wilayah Jakarta Barat, tiga perusahaan masing masing di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara, serta satu perusahaan di Jakarta Timur dan satu lagi di Jakarta Barat.

Berita Terkait : Musim Hujan Datang, Ketua DPRD DKI Bicara Pansus Banjir

Sementara, untuk sembilan perusahaan ditutup karena melanggar protokol kesehatan tersebar di tiga wilayah DKI. Di Jakarta Pusat sebanyak empat perusahaan, Jakarta Barat tiga perusahaan, dan Jakarta Selatan dua perusahaan. “Kami akan terus melakukan penga wa san dengan ketat. Apabila ada perusahan yang membandel, aparat siap mendampingi,” tegasnya.

Untuk diketahui, pada PSBB kali ini, Pemprov DKI mengizinkan seluruh perkantoran beroperasi dengan syarat melakukan pembatasan karyawan maksimal 25 persen dari jumlah karyawan yang ada. Kemudian, bagi kantor yang punya pegawai terpapar Corona bakal ditutup selama tiga hari untuk sterilisasi.
 Selanjutnya