RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengantongi duit Rp 4,6 miliar dari hasil denda para pelanggar protokol kesehatan di masa perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sejak Jakarta memperketat PSBB, Senin (14/9), ratusan kantor, kafe, restoran dan hotel ditutup sementara. Tak hanya itu, banyak juga masyarakat yang didenda lantaran melanggar protokol kesehatan.

Berita Terkait : Petugas Akan Lebih Agresif Gelar Razia Pengawasan PSBB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan, dari sejumlah pelanggaran itu Pemprov DKI Jakarta berhasil mengantongi uang Rp 4,6 miliar.

"Uang itu terkumpul dari hasil denda warga yang tidak menggunakan masker, dan unit usaha yang melanggar protokol Covid-19,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Yuk, Stop Ngeluh Pengetatan PSBB

Meski begitu, Riza tak menjelaskan lebih detail terkait jumlah uang yang berhasil dikumpulkan dari denda pelanggaran PSBB tersebut. Dia hanya mengingatkan kembali pentingnya melaksanakan protokol kesehatan.

Selama PSBB diperketat, kata Riza, sekitar 20.000 aparat TNI, Polri dan Satpol PP DKI diterjunkan untuk melaksanakan operasi yustisi pelanggaran protokol kesehatan di Jakarta. Selain itu, sebanyak 5 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) juga dilibatkan. Mereka memantau semua unit-unit kegiatan masyarakat agar sepenuhnya melaksanakan protokol kesehatan.
 Selanjutnya