RMco.id  Rakyat Merdeka - Suku Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi (Sudin Nakertrans dan Energi) Jakarta Pusat, telah menutup 25 perkantoran yang terindikasi melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota.

Hal ini diungkap Kasie Pengawasan Sudin Nakertrans dan Energi Jakarta Pusat, Kartika Lubis. Menurutnya, 25 perkantoran yang ditutup tersebut merupakan hasil monitoring yang dilakukan pihaknya terhadap 99 perkantoran selama penerapan kembali PSBB, sejak tiga pekan lalu.

Berita Terkait : Menkes BGS: Industri Perlu Protokol Kesehatan Baru

"Perkantoran yang ditutup tersebar di kawasan Slipi dan Jalan Jenderal Sudirman. Mereka tidak mematuhi protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran COVID 19," ujar Kartika, Sabtu (3/10/2020).

Operasional perkantoran yang tidak mematuhi protokol kesehatan, jelasnya, dikenakan sanksi penutupan operasional selama 3 x 24 jam. Pelanggaran protokol kesehatan di antaranya, karena pegawai masuk kantor melebihi kapasitas dan tidak ada pembatasan jarak. "Kami memasang segel di perkantoran yang melanggar aturan," jelasnya lagi.

Berita Terkait : Jubir Covid: Program Vaksinasi Perlu Waktu 15 Bulan

Berdasarkan monitoring yang dilakukan, masih menurut Kartika, tingkat kesadaran pengelola gedung perkantoran dan karyawan dalam mematuhi aturan protokol kesehatan semakin meningkat. "Kami akan terus lakukan pengawasan secara rutin," tandasnya. [FAQ]