RMco.id  Rakyat Merdeka - Satpol PP Jakarta Timur (Jaktim) menindak ribuan pelanggar dalam pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pengetatan. Sejak 14 September hingga 4 Oktober 2020, Satpol PP menindak 6.243 pelanggaran protokol kesehatan perorangan. 

"Ribuan pelanggar ini terjaring Operasi Yustisi," kata Kepala Satpol PP Jaktim, Budhy Novian dalam keterangannya, Senin (5/10).

Berita Terkait : Bawaslu Minta Polri Bantu Tindak Pelanggar Protokol Kesehatan

Dari jumlah itu, sebanyak 6.022 pelanggar dikenakan sanksi kerja sosial. Sisanya, 221 pelanggar, dikenai sanksi membayar denda administrasi. Nilai dendanya mencapai Rp 39.650.000.

Selain pelanggar perorangan, Satpol PP Jaktim juga menyegel perkantoran dan tempat usaha. Rinciannya, 25 perkantoran dan 253 tempat usaha seperti restoran, kafe, rumah dan warung makan, serta usaha sejenis lainnya. Akan tetapi, hanya 1 tempat usaha yang kena denda sebesar Rp 1 juta. 

Berita Terkait : Langgar Aturan PSBB, 25 Perkantoran di Jakpus Ditutup Sementara

Dalam Operasi Yustisi, 6.800 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemprov DKI Jakarta dikerahkan. Tidak hanya razia masker, petugas juga menyasar pengguna kendaraan bermotor yang melebihi kapasitas hingga pemilik restoran dan tempat makan yang memperbolehkan pelanggan makan di tempat. [FAQ]