RMco.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta ibu-ibu Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) DKI Jakarta menjadi garda terdepan, untuk mendisiplinkan pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungannya.

“Saya kalau ketemu ibu-ibu PKK, selalu mengingatkan soal 3M. Ibu-ibu yang menjadi garda terdepan, saya harap terus mengingatkan pentingnya disiplin menggunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” ujar Anies saat memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Pelatihan Program PKK secara virtual, Senin (5/10).

Berita Terkait : Setelah Karantina 2 Minggu, Bupati Manokwari Selatan Sembuh Dari Corona

Jika diperas menjadi satu dari 3M itu, yang utama adalah menggunakan masker. Menurut dia, masker merupakan vaksin sementara, sebelum vaksin Covid-19 ditemukan dan dipasarkan. “Mari sama-sama memotong mata rantai, dan kemudian bisa mengendalikan wabah di Jakarta,” imbuh Anies.

Dia berharap, keteladanan ibu-ibu PKK dalam menerapkan 3M tidak kendor. Dengan begitu, masyarakat bisa terus mencontoh kedisiplinan ibu-ibu PKK dalam menjalankan 3M.

Berita Terkait : Tapi, Stok Obat Berkurang Dan Alat Medis Menipis

Pertemuan tersebut tak hanya dihadiri Ketua TP-PKK DKI Jakarta, Fery Farhati, tetapi juga Kadis Pemberdayaan, Perlindungan anak dan Pengen dalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Tuti Kusumawati.

Seperti diketahui, TP-PKK merupakan salah satu lembaga swadaya masyarakat terbesar yang sudah diakui dan diberikan penghargaan PBB. Karena itu, Presiden Jokowi pun juga menugaskan TP-PKK menyosialisasikan dan membagikan masker ke masyarakat secara door to door.

Berita Terkait : Yang Mau Muji Luhut, Silakan!

Terkait hal ini, Ketua Umum TP-PKK, Tri Tito Karnavian mengatakan, para kader PKK harus memiliki komitmen kuat bergotong-royong melaksanakan tugas dari Presiden Jokowi. Yaitu mengkampanyekan Gerakan Bagi Masker dan Sosilaisasi Protokol Kesehatan Covid-19.

Dia mengajak komunitas dan masyarakat yang memiliki potensi dan kemauan, untuk bersama-sama dalam satu solidaritas, membantu pembagian masker sebagai rasa kepedulian satu sama lainnya. [QAR]