RMco.id  Rakyat Merdeka - POLITISI Partai Golkar, HR Chotibi Achyar menyoroti kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang masih kosong sepeninggal almarhum Saefullah. Dia mengusulkan posisi itu diisi putera asli Jakarta atau orang Betawi.

“Saya usulkan sosok orang Betawi, karena ini bagian penghormatan bagi orang Betawi yang notabane sebagai penduduk asli Jakarta,” kata dia di Jakarta.

Baca Juga : Facebook Gelontorkan Bantuan Dana Dan Pelatihan UKM Rp 12,5 M

Chotibi, yang akrab disapa Haji Beceng atau Betawi Cengkareng ini, menganggap orang Betawi mengerti seluk beluk Jakarta. Sementara di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Ja-karta, cukup banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan warga asli Jakarta.

“Banyak orang Betawi di Pemerintahan DKI Jakarta sesuai kepangkatan dan pengalamannya mumpuni di birokrasi, dan sudah pantas dan patut mengisi jabatan Sekda yang saat ini kosong,” ujar Chotibi yang juga anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta.

Baca Juga : 18 Anggota DPR Kena Corona, Anies Minta Gedung Tempat Mereka Kerja Ditutup

Dia yakin, dengan figur Sekda DKI yang notabene orang Betawi, bakal mampu menjalin komunikasi dengan para wakil rakyat di Kebon Sirih.

Untuk itu, dia meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secepatnya mengusulkan nama ke Presiden Jokowi, segera memilih Sekda definitif. Pasalnya, banyak persoalan di Jakarta yang saat ini, seperti Covid-19 dan pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021.

Baca Juga : Dua Fraksi Tak Lapor, Ada 40 Warga DPR Yang Kena Corona

Terkait hal ini, aktivis Badan Musyawarah (Bamus) DKI yang juga Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Jakarta Pusat, Agus Rachman mengatakan, semenjak Saefullah wafat, figur kepemimpinan di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lepas dari sosok orang Betawi. Dia mengusulkan, pengganti Saefullah agar diisi orang Jakarta asli.

Menurut dia, Bamus Betawi telah mewacanakan calon Sekda DKI mendatang dalam forum Zoom meeting, untuk membahas beberapa calon posisi ini dengan tidak menyebut nama. Namun hakekatnya, harus pejabat karier yang telah banyak tahu seluk beluk birokrasi dan memajukan masyarakat Jakarta. [KAL]