RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengingatkan, aksi massa menolak UU Cipta Kerja yang berlangsung sejak Senin (5/10) hingga Kamis (8/10) berisiko menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

"Jangan sampai jadi klaster baru, klaster demo," kata Yusri di Jakarta, Kamis (8/10).

Berita Terkait : Perempuan Lebih Banyak Kena Covid

Dari hasil pemeriksaan sementara tes cepat atau rapid test terhadap para pengunjuk rasa, tercatat ada 27 orang berstatus reaktif, dan dua orang positif Covid-19 berdasarkan hasil tes antigen.

Sementara itu, tiga orang pendemo dinyatakan positif Covid-19 dari hasil swab antigen di Polres Metro Jakarta Barat.

Berita Terkait : Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan Positif Covid-19

Tak hanya peserta demo, aparat yang bertugas mengamankan massa unjuk rasa di beberapa wilayah Jakarta pun rentan tertular Covid.

Sejauh ini, petugas Polda Metro Jaya telah mengamankan sekitar 450 orang diduga kelompok anarko, dalam demo UU Cipta Kerja berujung ricuh.

Berita Terkait : Wagub Maluku Utara Dan Keluarga Positif Covid

Polda Metro Jaya telah menerima pemberitahuan rencana aksi dari elemen buruh. Namun, tidak mengeluarkan izin karena masa pandemi Covid-19.

Para pendemo yang positif Covid-19 ataupun reaktif, kini menjalani isolasi di tempat penampungan kawasan Pademangan, Jakarta Utara. [FAQ]