RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah sebulan rem darurat ditarik, dan PSBB ketat diberlakukan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya memutuskan Jakarta kembali ke PSBB transisi. Berlaku mulai Senin (12/10) sampai Minggu (25/10).

Rem darurat ditarik pada 14 September lalu, karena sempat terjadi peningkatan kasus tidak terkendali. 

"Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap," ujar Anies dalam keterangannya, Minggu (11/10).

Berita Terkait : Klaster Keluarga DKI Terus Meroket

"Kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi. Agar mata rantai penularan tetap terkendali, dan kita tidak harus melakukan emergency brake kembali," imbau Anies.

Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan VCovid-19 Provinsi DKI Jakarta, tampak adanya pelambatan kenaikan kasus positif corona dan kasus aktif. Meski masih terjadi peningkatan penularan.

"Keputusan ini didasarkan pada beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS Rujukan Covid-19," ucap Anies.

Berita Terkait : Anies Jadi Donor Darah Plasma Konvalesen

Dipaparkan Anies, grafis penambahan kasus positif dan kasus aktif harian mendatar (stabil) sejak dilakukan PSBB ketat.

Kemudian, terdapat tanda awal penurunan kasus positif harian dalam 7 hari terakhir.

Pelandaian pertambahan kasus harian sejak pengetatan PSBB, tampak pada grafik kasus onset dan juga pada nilai Rt atau reproduksi virusnya.

Berita Terkait : PSBB Ketat, 28 RPTRA Di Jakarta Selatan Ditutup

Grafis onset merupakan grafis kasus positif yang didasarkan pada awal timbulnya gejala. Bukan pada keluarnya laporan hasil laboratorium.

Berdasarkan data yang disusun Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, ilai Rt Jakarta adalah 1,14 pada awal September dan saat ini berkurang menjadi 1,07. Artinya, saat ini 100 orang berpotensi menularkan virus kepada 107 orang lainnya.

"Penurunan angka Rt ini harus terus diupayakan oleh pemerintah, pihak swasta dan masyarakat bersama-sama agar mata rantai penularan wabah terputus dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di PSBB Masa Transisi," tandasnya.
 Selanjutnya