RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga Ibu Kota tak pergi ke luar kota, saat libur panjang pada akhir bulan ini.

Langkah ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, agar tak terjadi klaster libur panjang. Warga kudu belajar pengalaman sebelumnya. Saat libur panjang Agustus lalu, kasus positif Covid-19 meningkat akibat banyak warga liburan ke luar kota, dan tak menaati protokol kesehatan.

Berita Terkait : Semua RS Diminta Tambah Tempat Tidur Dan Staf Nakes

Diketahui, pemerintah menetapkan 28 dan 30 Oktober sebagai cuti bersama, terkait perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 29 Oktober. Sementara tanggal 31 Oktober dan 1 November, merupakan hari Sabtu dan Minggu. Praktis, bakal ada libur panjang akhir pekan selama lima hari, yakni pada 28 Oktober hingga 1 November.

"Kami mengimbau, supaya sedapat mungkin warga Jakarta tidak keluar kota. Apalagi, melakukan kegiatan kerumunan. Kita belajar dari peristiwa dua kali libur panjang di Jakarta, langsung terjadi peningkatan signifikan," imbau Politisi Partai Gerindra ini, Senin (20/10).

Baca Juga : Setahun Dipacari Deva

Senada, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta seluruh jajaran mengantisipasi libur panjang akhir Oktober. Terutama kepada pengelola tempat wisata, agar semakin memperketat pengawasan protokol kesehatan.

Akibat libur panjang pada akhir Agustus lalu, kasus positif Covid-19 pada awal September meningkat. Sehingga,  Anies langsung menarik rem darurat dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat. 

Baca Juga : Luhut Dicari-cari

"Jangan sampai, timbul klaster keluarga yang sangat besar karena libur bersama," harapnya. [FAQ]