Berharap Jadi Mitra

MRT Jakarta Masih Tunggu 3 Operator Telekomunikasi

Situasi Stasiun MRT Bunderan HI .(Foto: NG. Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka).
Klik untuk perbesar
Situasi Stasiun MRT Bunderan HI .(Foto: NG. Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Manajemen PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta masih menunggu layanan 3 operator telekomunikasi, yang saat ini tengah dalam negosiasi dengan pihak ketiga sebagai mitra pengelola moda transportasi modern itu.

Disampaikan Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin di Wisma Nusantara, Jakarta, Kamis (28/3),"Kami harap secepatnya agar publik bisa terbantu." 

Kamaluddin menambahkan 3 operator telekomunikasi itu adalah XL, Indosat, dan Tri yang belum mencapai kesepakatan dalam negosiasi bersama mitra MRT Jakarta, yaitu PT Tower Bersama.

Berita Terkait : Adhi Karya-Shimizu Jepang Garap Proyek MRT Jakarta Fase 2

Tidak adanya layanan dari operator tersebut di stasiun bawah tanah menyebabkan pengguna jasa tidak menangkap sinyal telekomunikasi pada telepon seluler.

Sebelumnya, baru ada 2 operator telekomunikasi yang menyiapkan layanan khususnya di jaringan bawah tanah yaitu Smartfren dan Telkomsel.

MRT Jakarta sepanjang 16 kilometer itu membentang dengan struktur layang sekitar 10 kilometer dari Stasiun Lebak Bulus hingga Sisingamangaraja dan konstruksi di bawah tanah sekitar 6 kilometer dari Stasiun MRT Senayan hingga Bundaran HI.

Baca Juga : Jokowi Panggilin Bos Parpol, Ada Apa Ya..?

Kamaluddin menjelaskan moda transportasi modern membutuhkan biaya operasional yang mahal karena memerlukan pasokan listrik yang banyak, dibangun dengan teknologi tinggi dan biaya pemeliharaan yang tidak sedikit.

Dengan demikian, harga penyediaan jaringan telekomunikasi khususnya di jalur bawah tanah juga tidak murah, walau ia tidak menyebutkan besaran nilainya.

"Tower Bersama yang berhubungan dengan operator telekomunikasi dan itu ada profit sharing kami dengan mereka," katanya.
 Selanjutnya