Persiapan Reuni PA 212 Hari Ini

Kantor DPP FPI Dipenuhi Tumpukan Kardus Air Minum

Persiapan logistik aksi damai 212 hari ini telah disiapkan di kantor kesekertariatan FPI. (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Persiapan logistik aksi damai 212 hari ini telah disiapkan di kantor kesekertariatan FPI. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan menggelar reuni akbar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada hari ini, Minggu (2/12). Sekretariat Front Pembela Islam (FPI) sibuk persiapan.

Sebelum reuni akbar digelar, kesibukan terlihat di Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat FPI di Jalan Petamburan III, Tanah Abang Pusat, Jumat (30/11). Beberapa kendaraan roda dua dan empat dari berbagai daerah terus berdatangan. Para relawan yang mayoritas mengenakan peci bertuliskan tauhid itu, hilir mudik memasuki kantor tersebut. Mereka berdiskusi serius dengan beberapa pengurus FPI. Wajah lelah bercampur ceria terlihat jelas dari para relawan yang mayoritas masih berusia muda ini. “Hari ini sudah ada 175 relawan dari Medan dan Makassar yang datang ke kantor FPI,” ujar Kepala Sekretariat DPP FPI, Sahrozi kepada Rakyat Merdeka. Setelah berdiskusi singkat, para relawan itu lantas meninggalkan kantor FPI.

Mereka menuju lokasi penginapan yang disediakan. “Kami telah siapkan beberapa masjid untuk tempat tinggal sementara. Seluruh kebutuhan makan maupun minum kami yang menanggung,” ujar Sahrozi kembali. Berdasarkan pengamatan, ada yang berbeda di Kantor FPI menjelang pelaksanaan reuni 212. Kantor dua lantai itu penuh sesak dengan dus air minum. Di bagian atas dus ditempel kertas kuning bertuliskan “Buat 212”.

Baca Juga : Di Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Walkot Tangerang Paparkan Capaian dan Evaluasi Kerja

Akibat banyaknya dus yang menumpuk, kantor yang tidak terlalu lebar itu terlihat sempit. “Kami beli sendiri 150 dus minuman untuk menjamu relawan yang menginap di sini,” ujar Sahrozi. Di tengah-tengah kantor terdapat meja lengkap dengan beberapa kursi. Beberapa orang duduk santai di kursi tersebut. Satu unit komputer juga disiapkan untuk mencatat bantuan logistik yang masuk dari para donatur. Mereka sibuk mengatur pendistribusian logistik bagi relawan reuni 212 yang sudah sampai di Jakarta.

Sahrozi mengatakan, tugas FPI hanya menyiapkan logistik bagi relawan sebelum dan sesudah reuni akbar 212. Sebab, banyak juga relawan dari berbagai daerah yang saat ini menginap di Kantor FPI hingga selesainya acara. “Kalau saat demo berlangsung, biasanya banyak yang bantu, jadi kami tidak terlalu memikirkan,” ucapnya. Namun, Sahrozi enggan bercerita siapa saja donatur yang menyumbang logistik bagi relawan di Kantor FPI. “Pokoknya, rizki dari Allah dan tidak akan berkurang,” elaknya.

Penanggung Jawab Reuni Akbar 212, Slamet Ma'arif menyatakan, reuni akbar yang akan dihelat pada 2 Desember 2018 di Monas ini tidak bermuatan politik. Acara ini, kata dia, murni sebagai arena silaturahmi para peserta Aksi Bela Islam yang berlangsung di tanggal sama, dua tahun lalu. “Murni silaturahim, bahkan tokoh lintas agama pun hadir,” ujar Slamet. Oleh karena itu, Slamet mengimbau agar peserta aksi tidak membawa atribut partai politik atau Capres-Cawapres 2019.

Baca Juga : Indonesia Genjot Kunjungan Wisman dari Prancis

“Peserta aksi cukup mengenakan pakaian putih-putih dan membawa bendera merah putih atau bendera tauhid,” sarannya. Walaupun telah menyampaikan larangan, Slamet mengaku tak bisa menjamin kegiatan tersebut akan bersih seratus persen’ dari atribut parpol. “Panitia mengalami keterbatasan sumber daya manusia (SDM),” ucapnya.

Slamet menambahkan, acara Reuni Akbar 212 akan berlangsung sejak pukul 03.00-12.00 di Monas. “Acaranya salat Tahajud, salat Subuh berjamaah, serta zikir dan salawat,” imbuhnya.

Slamet mengatakan, panitia telah menyiapkan 6.700 personel yang akan membantu menjaga keamanan. Nantinya para personel keamanan yang bertugas menertibkan andai ada peserta aksi yang melanggar ketentuan itu.  [TIF]