Amin Jelaskan Kronologi Korban Tewas Terseret Arus Banjir Jakarta

Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Amin (64), suami dari Imas (48) yang tewas disebabkan terseret arus banjir di Sungai Ciliwung menjelaskan kronologi peristiwa nahas itu. Dia mengatakan saat itu sedang mencari sampah plastik bersama istrinya di pinggir kali.

"(Kejadiannya) jam setengah 9 pagi. Jadi saya nyari sampah plastik di jembatan itu pak, sama istri saya. Jadi waktu itu ada termos es di kali, jadi mau diambil," ujar Amin saat ditemui di kediamannya di pinggir Sungai Ciliwung, Kelurahan Kebon Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (27/4/).

Kondisi sampah yang menumpuk lantas dijadikan sebagai pijakan kaki oleh Imas untuk mengambil termos tersebut. Namun, saat sudah berhasil mengambil termos, Imas justru masuk ke dalam sungai dan hanyut terbawa arus.

Berita Terkait : Dibagikan Gratis, Koran IDN Times Resmi Mengudara


"Saya tolongin, tapi saya ikut kecebur dari atas. Saya jatuh ke sebelah kanan jembatan, ibu juga, bareng, berdua," ujar Amin yang sehari-hari bekerja sebagai petugas pembersih sampah sekaligus pemulung ini.

Amin mengatakan dirinya yang tidak bisa berenang berhasil meraih bambu untuk dijadikan pegangan. Ia pun sempat mendengar Imas meminta tolong, namun Imas yang juga tidak bisa berenang gagal diselamatkan.

"Saya sudah hanyut di sana, sampai jembatan kampung melayu itu. Tapi istri masih minta tolong, sampai dekat Pondok Kaleng, ada yang nolong, sudah meninggal. Ditarik ke atas sudah meninggal," jelasnya.

Berita Terkait : Uji Nyali Makan Pedas Di Angry Chicken Jakarta Fair

Dia juga sempat bercerita soal sosok istrinya semasa hidup. "Ibu itu orangnya baik, orang-orang sini pada baik semua sama dia, pada sayang semua. Pas meninggal, warung-warung saya tanyain, punya hutang nggak, kalau punya saya lunasin, 'oh nggak punya semua'," ujarnya.


Selain itu, Amin juga bersyukur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut menyalatkan jenazah istrinya. Meski tak banyak ngobrol dengan Anies, Amin mengaku berterima kasih telah dikunjungi dan diberi santunan.

"Pak Anies datang ikut salat jenazah, lalu pulang. Disuruh sabar, tawakal, gitu. Nggak banyak ngobrol, cuma ditanya umur, kerjaan apa. Saya jelasin, kerjaannya buang sampah wilayah. Lalu dikasih (santunan), ini ada rezeki dikit," ujar Amin menirukan ucapan Anies.

Berita Terkait : Wajah Baru Jakarta Cuma di Halaman Depan

"Saya orang kecil, kok bapak sudi sama orang kayak saya. Saya berterima kasih pada yang Maha Kuasa, berterima kasih pada Bapak Anies. Sekarang saya sudah kuat, insyaallah. Ikhlas, mau gimana lagi, kita juga nunggu mati juga, tapi lama sebentarnya kita nggak tahu namanya umur," pungkasnya. [SRI]

RM Video