RMco.id  Rakyat Merdeka - MRT Jakarta sudah menerapkan tarif penuh sebesar Rp 14.000 untuk jarak 16 kilometer. Meski begitu, pada hari pertama Senin (13/5) jumlah penumpang mencapai 77.696. Di atas target harian sebanyak 65.000 dan mendekati jumlah harian bulan lalu sebanyak 82.000.

Dikatakan Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Mohamad Kamaluddin kembalinya tarif MRT Jakarta ke harga normal ini atau tidak diberikannya diskon 50 persen in sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Nomor 34 Tahun 2019 tentang Tarif Angkutan Perkeretaapian Mass Rapid Transit dan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit.

Baca Juga : Kunjungi Bio Farma, MPR Yakin Vaksin Corona Sudah Bisa Diproduksi Massal Akhir Tahun Ini

"Tarif minimal MRT Jakarta adalah sebesar Rp 3.000 dan tarif maksimal MRT Jakarta sebesar Rp 14.000," jelasnya di Jakarta, Selasa (14/5).

Lebih lanjut Kamal mengatakan dengan adanya pemberlakuan tarif normal ini tentu tak akan mengesampingkan layanan. Saat ini layanan MRT Jakarta sudah cukup handal karena 16 ratangga sudah beroperasi dengan headway 5 menit pada jam sibuk.

Baca Juga : Dalam 24 Jam, Kasus Positif Nambah 3.507, Kasus Suspek Ada 99.634

“Ketepatan waktu pada pengoperasian sepanjang April kemarin mencapai 99,8 persen, dan semakin banyak stasiun yang terintegrasi dengan dengan Transjakarta,” tambah Kamal. Dia mencatat, pada hari pertama penerapan tarif penuh ada 77.696 penumpang. Ia mengatakan, jumlah tersebut hampir sama dengan rata-rata penumpang bulan lalu. 

Kamal menyebutkan pada bulan pertama pengoperasian MRT dengan tarif didiskon 50 persen sebesar rata-rata 82.000 penumpang per hari. "Hampir sama dengan rata rata bulan lalu 82.000 penumpang per hari," pungkasnya. [MRA]