Ratusan Keluarga Korban Tunggu Identifikasi Jenazah

Posko keluarga di Gedung Promoter RS Polri, Jakarta Timur.
Klik untuk perbesar
Posko keluarga di Gedung Promoter RS Polri, Jakarta Timur.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Beberapa ratus meter dari tempat penyerahan jenazah di Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, ratusan keluarga maupun kerabat korban pesawat Lion Air JT-610 masih menunggu proses identifikasi. Mereka menunggu di posko yang berada di depan Gedung Promoter RS Polri. Di dalam gedung itu terdapat layar televisi, makanan ringan dan minuman gratis untuk keluarga korban. Selain itu, terdapat sejumlah pos kecil dari instansi terkait, termasuk tempat pendampingan psikologi yang dilakukan pihak kepolisian.

Umumnya, para keluarga maupun kerabat korban duduk di kursi posko itu sambil melihat televisi yang menayangkan berita- berita tentang jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Mereka ingin melihat perkembangan informasi tentang jatuhnya pesawat tersebut. Mereka berada di posko itu menantikan kabar terbaru tentang jenazah korban, mengingat proses identifikasi hingga kini masih dilakukan. Mereka berharap, agar anggota keluarganya bisa segera ditemukan. Dengan begitu, mereka bisa membawa jenazah anggota keluarganya untuk segera dimakamkan. Jika anggota keluarganya memang sudah meninggal.

Berita Terkait : Pegadaian Bantu Korban Banjir Di Jakarta

Dalam situasi itu, para keluarga korban wajahnya tampakmerasakan kesedihan mendalam, karena kehilangan anggota keluarganya. Namun, mereka masih berusaha tabah menghadapinya.Sementara itu, pendiri maskapai penerbangan Lion Air, Rusdi Kirana mengatakan, keluarga korban pesawat jatuh akan diberikan uang di luar kompensasi. Uang tersebut bisa digunakan untuk berbagai kebutuha nmereka selama menunggu proses evakuasi dan identifikasi korban.

“Mulai besok kita akan berikan uang Rp 5 juta untuk biaya hidup mereka di sini,” ujar Rusdi, Selasa (30/10). Selain itu, kata Rusdi, pihak Lion Air akan memberikan uang sebesar Rp 25 juta untuk keluarga korban yang jenazahnya sudah ditemukan. Rusdi mengatakan, uang tersebut untuk biaya pemakaman jenazah.“Ini semua di luar klaim asuransi kita. Kita memahami mereka di sini memiliki kebutuhan. Itu yang terbaik yang bisa saya lakukan,” ujarnya.

Berita Terkait : Repot, Urusan Duit Dengan Teman

Di luar uang tersebut, Rusdi mengatakan, pihak Lion Air membiayai segala kebutuhan keluarga korban, mulai dari hotel dan makanan. Selain itu, 120 staf Lion Air mendampingi keluarga korban setiap harinya. “Kita ada psikiater yang kerjasamadengan universitas, kalau ada yang beban, itu bisa konsul,” ucap Rusdi. [PYB]