Biaya Masuk Sekolah Ada Di Depan Mata

Hoaks Tarif Dasar Listrik Naik Sempat Bikin Warganet Marah

Ilustrasi. Ist
Klik untuk perbesar
Ilustrasi. Ist

RMco.id  Rakyat Merdeka - Entah siapa yang pertama kali menyebarkan ini, tarif dasar listrik (TDL) disebut-sebut mengalami kenaikan. Isu ini mengguncang dunia maya. Warganet ribut mengomentari.  

Beredarnya isu kenaikan tarif listrik seperti wabah yang menjalar sangat cepat. Infonya merebak dari pejabat hingga rakyat kecil. Peredarannya melalui gamber, meme maupun komentar netizen mengenai informasi  kenaikan listrik ini. @hmanwarmh cepat menyambar isu kenaikan tarif listrik tersebut.

Dia bilang, di saat semua orang sibuk perhatikan sidang lanjutan Mahkamah Konstitusi (MK), tanpa sadar tarif dasar listrik naik lagi 20 persen tanpa pengumuman pula.

“Padahal bulan ini masuk sekolah butuh  biaya banyak, apa masih dibilang merakyat,” tulis @hmanwarmh.

Narasi serupa dilontarkan @Lovers_IBHRS.  “Rakyat lagi fokus sidang pilpres di MK sampai-sampai tidak disadari tarif listrik naik 20 persen yang lebih mengejutkan lagi janganpun diumumkan tengah malam, ini sama sekali tidak ada pengumuman,” ujarnya.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral  (ESDM) Ignasius Jonan bergerak cepat menangkal isu kenaikan listrik supaya tidak melebar. Bantahan dilontarkan Jonan seusai mengikuti rapat terbatas terkait lanjutan pembahasan terobosan kebijakan investasi, ekspor dan perpajakan yang dipimpin Presiden Jokowi di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (19/6).

Baca Juga : Kebal Corona Karena Qunut, Kiai Ma’ruf Keluar NU-nya

“Nggak, nggak ada itu ( kenaikan tarif listrik). Saya nggak pernah tahu sih,” kata Jonan.

Jonan berkeras pemerintah tidak pernah menaikkan tarif dasar listrik dalam waktu dekat ini. Dia bahkan tidak tahu-menahu mengapa isu tersebut viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial tanpa ada konfirmasi yang jelas.

“Saya nggak pernah menaikkan tarif, nggak ada tarif dasar listrik itu. Nggak ada kenaikan kok,” tegasnya lagi.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan  Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana mengatakan, keputusan penerapan kembali tarif listrik adjustment merupakan kewenangan pemerintah. 

Kendati begitu, Rida mengatakan, TDL naik tahun depan.  “Tahun 2020. Kalau adjustment kan  tidak nunggu DPR,” kata Rida di Kantor  Kementerian ESDM, Jakarta, kemarin.

Karena viral, @AWariets­Ilham mengaku,  gara-gara lihat postingan kenaikan listrik, langsung membeli token listrik untuk stok  persiapan.

Baca Juga : Dalam 3 Tahun, Ivan Mampu Buka 4 Kedai Nasi Kapau Pak Ciman

“Alamaak, ternyata token yang  didapat sama persis dengan belanja token  bulan depan. Ane kecewa,” aku dia, yang  mengaku terkena hoaks.

@AfrianyVanny menegaskan, isu kenaikan tarif tenaga listrik dipastikan tidak benar.  Pemerintah hingga saat ini tidak memiliki rencana menaikkan tarif listrik. Bahkan, pelanggan  mampu pun tidak pernah naik sejak 2017.

@NanikR_Cece juga mengakui pemerintah tidak ada rencana menaikkan listrik. “Setahu  aku ga akan naik sepanjang tahun 2019,”  katanya.

Karena sudah dibantah tegas pemerintah,  @Wartaoke1 mengatakan, isu yang beredar  di dunia maya berita bohong. “Isu tarif listrik  naik dipastikan hoaks,” tegasnya. 

Rudy Agus mendesak aparat menangkap  pihak yang menyebar hoaks kenaikan tarif  listrik karena sudah mengganggu. “Tangkap  penyebar hoaks,” pintanya.

Kendati sudah ditegaskan hoaks, masih  saja ada yang percaya dengan isu tersebut.  Seperti @Deri_hermawan89. Dia percaya  ada kenaikan tarif listrik.  “Perasaan kemarin udah naik? Ko mau naik  lagi?? Mana nie cebong? Nie dapat berita  gembira dari jungjungan lu pemerintah sebut  tarif listrik naik kemungkinan di lakukan  2020,” katanya. 

Baca Juga : Setelah Jamaah Umroh Distop Saudi, Jamaah Haji Ketar-ketir

@pribumi78 mengatakan, meski 2019  dibantah ada kenaikan tarif listrik, tapi ada  rencana naik lagi pada tahun 2020.  “Intinya mau naik lagi kan tarif listrik....  Kebiasaan mbulet, ujung-ujungnya naik  juga,” timpalnya.

@ahendri11 menegaskan, masyarakat yang menggunakan token sudah merasakan kenaikannya. “Yang pakai meteran tunggu bulan depan ya!!! Nikmati pilihanmu dan jangan  mengeluh apalagi menyesal telah memilih petahana,” katanya, menyindir.

Begitu juga dengan @FirmanF6. Dia  mengaku biasanya membayar tagihan listrik 300 ribuan sebulan, tetapi sekarang 400 ribuan. Padahal, pemakaian sama setiap bulannya. [REN]