RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, pernah meminta pendapat mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy mengenai proses seleksi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulawesi Barat (Sulbar). Hal ini terungkap dalam rekaman percakapan yang diputar Jaksa Penuntut KPK dalam sidang perkara dugaan jual beli jabatan di Kemenag dengan terdakwa Kakanwil Kemenag Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin, dan Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muafaq Wirahadi, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (26/6). 

Awalnya, Jaksa Abdul Basir mempertanyakan mengenai jabatan Lukman di PPP. Setelah Lukman menjawab, Jaksa Takdir meminta izin Majelis Hakim memutar rekaman percakapan telepon antara Lukman dengan Gugus, staf khusus Menteri Agama sekaligus kader PPP.

"Assalamu'alaikum, itu tolong cepet tanyakan ke ketum yang (Kanwil) Sulbar gimana? Lalu kemudian Jawa Timur bagaimana. Dua itu aja," demikian suara Lukman dalam rekaman telepon saat diputar di ruang persidangan. Menanggapi hal itu, Gugus, hanya menjawab, enggih (baik).

Baca Juga : Mantap! Madu Lestari, Mitra Binaan PLN Go International

Jaksa kemudian mengonfirmasi suara dalam rekaman percakapan tersebut. Lukman mengakui suara tersebut merupakan suaranya. "Suara saya dan suara Gugus," aku dia. 

Jaksa pun mempertanyakan alasan Lukman meminta pendapat Romy untuk posisi jabatan di Kemenag. Padahal dia tak memiliki jabatan apapun Kemenag.

"Minta pandangan Ketum soal sulbar, termasuk Jawa Timur. Dari dia (Romy) sendiri saja dua nama yang muncul. Haris didukung beberapa tokoh, dia mengusulkan nama yang berbeda. Masukan, bukan perintah," bebernya.

Baca Juga : DPRD Mau Sisihkan Anggaran Buat Tangani Banjir

"Lalu apa tanggapan Ketum atas permintaan saudara?, tanya jaksa Takdir ke Lukman. "Sampai dengan saat ini saya tidak mendapatkan respons balik," jawabnya.

Dalam persidangan ini, Lukman mengakui mendapat rekomendasi dari Romy mengenai nama Haris untuk menjadi Kakanwil Kemag Jatim. Rekomendasi tersebut disampaikan langsung oleh Romy kepada Lukman. "Oh ya yang terkait dengan Haris Hasanuddin hanya masukan dari Romahurmuziy (yang secara langsung)," seloroh Lukman.  

Lukman menyebut nama Haris direkomendasikan Romy atas masukan dari sejumlah pihak. Salah satunya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga : Sekjen Kosgoro 1957 Puji Kinerja Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

"Yang terkait dengan saudara Haris, seinget saya saudara Romahurmuziy pernah menyampaikan kepada saya itu mendapat semacam rekomendasi dari pejabat, Gubernur Jatim beberapa tokoh ulama memberi apresiasi saudara Haris. Itu hanya sebagai saran dan masukan," terangnya.
Meski demikian, Lukman mengklaim sama sekali tidak ada intervensi atau keharusan untuk menjalankan rekomendasi dari siapapun termasuk Rommy terkait seleksi jabatan tinggi.

Pemilihan jabatan tinggi, kata Lukman, mutlak ada ditangan Pansel dan Panpel.
"Sama sekali tidak. Saya merasa saya cukup mandiri untuk menjalankan kewenangan saya sebagai menag tanpa intervensi dari pihak manapun," tegasnya. 

Lukman mengklaim hal ini dibuktikannya dalam proses seleksi Kakanwil Kemenag Jatim. Menurut Lukman, nama yang direkomendasikan Romy untuk dipilih sebagai Kakanwil Kemenag Jatim bukanlah Haris, melainkan Amin Mahfud. "Banyak hal yang diusulkan Romy yang tidak saya penuhi. Untuk (Kakanwil) Jatim, tidak saya penuhi," klaimnya. [OKT]