Di Gunung Sindur, Novanto Taubatan Nasuha

Mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov), usai diperiksa sebagai saksi di Gedung Merah Putih, KPK, Jakarta, Selasa (14/5). (Foto: Tedy O Kroen/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov), usai diperiksa sebagai saksi di Gedung Merah Putih, KPK, Jakarta, Selasa (14/5). (Foto: Tedy O Kroen/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sejak dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur, Setya Novanto taubatan nasuha (sebenar-benarnya taubat). Dia semakin soleh. Eks Ketua DPR dan Ketum Golkar itu lebih rajin beribadah.

Kadiv Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Abdul Aris mengungkapkan, sehari-hari Novanto menghabiskan waktunya dengan shalat dan membaca kotab suci Al-Qur’an. "Itu obat yang baik mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Abdul saat dikontak, kemarin.

Selain ibadah, kegiatan lain Novanto selama berada di Gunung Sindur adalah melakukan olahraga-olahraga ringan. Novanto yang dipindah ke rutan ini pada 14 Juni lalu sudah menyatakan penyesalannya lantaran plesiran keluar Lapas Sukamiskin. “Ya, dia sudah menyesali perbuatan- nya,” tuturnya.

Baca Juga : Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Fadel Cerita Usulan Amandemen UUD 1945

Saat ini, Novanto menghuni sel dengan super maximum security alias pengamanan super maksimal. Gerak- geriknya terus dipantau dan diawasi oleh petugas assesment. Petugas ini memberikan penilaian terhadap sikap dan tingkah laku Novanto. Eks ketum partai beringin ini diawasi ketat. Dia masih dilarang untuk ditemui siapa pun. Termasuk, keluarganya.

Pengawasan ketat ini akan mengendur perlahan, seiring perubahan perilaku positif Novanto. “Kalau ada perilaku positif, maka diturunkan,” imbuh Abdul.

Terpisah, Kepala Lapas Sukamiskin Tejo Harwanto menambahkan, tidak tertutup kemungkinan, jika ada perubahan perilaku positif, Novanto bisa dipindahkan ke Lapas lain yang pengamanannya biasa saja. Termasuk, kembali ke Sukamiskin. “Dapat dipindahkan, sesuai dengan hasil penilaian,” ujar Tejo.

Baca Juga : 188 WNI Dari KRI dr Suharso-990 Mulai Jalani Tahapan Observasi

Sebelum soal plesiran, Novanto pernah ketahuan punya sel yang berbeda di dalam lapas khusus koruptor itu. Luasnya dua kali lipat. Gambarannya, semacam ruang kerja; bersih dan rapi. Hanya saja, minus AC dan televisi. Hanya ada exhaust fan. Di kamar yang terlihat cukup lapang ini, ada meja dan kursi, kemudian lemari, serta rak buku. Kamar itu juga dilengkapi dengan ruang kecil berisi kloset duduk dengan lantai keramik. Bagaimana kasurnya? Rapi, dengan seprei yang bersih. Juga, dilengkapi selimut.

Hal itu terungkap dari hasil inspeksi mendadak alias sidak yang dilakukan Ombudsman pada Kamis, 13 September 2018. Setelah itu, Novanto kembali membuat heboh saat terlihat di restoran Padang di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, akhir April 2019. Terakhir, dia kepergok tengah plesiran di sebuah toko bangunan di Padalarang, pada Jumat, 14 Juni 2019, bersama istrinya, Deisti Astriani Tagor.

Netizen pun terbelah soal perubahan sikap Novanto. Ada yang percaya, ada juga yang tidak. Misalnya, akun @RioSaptono berharap ibadah yang dilakukan Novanto bukan sekadar pencitraan. “Semoga bukan pencitraan untuk pindah ke sukamiskin atau cipinang,” harapnya.

Baca Juga : Cari Nurhadi di Senopati, KPK Pulang dengan Tangan Hampa

“Sandiwara babak baru.... “Papa rajin ibadah”,” tulis @mrdjo. “Hahaha.... ibadah yang khusuk ya pak, kan kliatan sholeh. Besok kalau sudah 3 bulan jangan lupa minta pindah lagi,” imbuh @CahayaNa. [OKT]