Boikot, Cara Bowo Melawan Metro TV

Foto: Facebook @PrabowoSubianto
Klik untuk perbesar
Foto: Facebook @PrabowoSubianto

RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo­-Sandi menganggap pemberitaan Metro TV terkait kampanye Pilpres 2019 tidak berimbang. Kubu paslon nomor urut 02 ini protes dengan memboikot  sementara  televisi swasta nasional tersebut. Informasi ini diungkapkan anggota tim BPN Prabowo-­Sandi, Ferdinand Hutahaean. Menurut politisi Demokrat ini, keputusan boikot telah dibahas di lingkup koalisi. “BPN Prabowo­-Sandiaga, hingga batas waktu yang tidak ditentukan,  memboikot metro TV,” kata Ferdinand.

Selama aksi boikot, Ferdinand memastikan,  kubu  Prabowo tak akan melayani  agenda  wawancara  atau bincang-­bincang  eksklusif  dengan Metro TV. Prabowo juga tak akan bertandang ke acara debat, yang bakal ditayangkan televisi nasional itu. “Kami tidak  diizinkan hadir di Metro TV, sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” ungkap Ferdinand. Menurutnya, langkah ini diambil sebagai bentuk protes. Pemberitaan Metro TV dinilai tidak berimbang selama kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Berita Terkait : Lion Tunda Sementara Penerbangan Umroh

Langkah  boikot  ini  juga  dikicaukan Ferdinand  di  akun Twitter-nya,  @Ferdinand_Haean. “Info yang saya terima, kami  dari Tim  BPN  Prabowo-Sandi 
menyatakan memboikot @Metro_TV dr seluruh wawancara. Partai @PDemokrat sudah  mendahului  tidak  menerima wawancara  dari  Metro.  Hari  ini, BPN Prabowo-Sandi menyatakan memboikot saluran TV @Metro_TV,” kicaunya.

Koordinator Jubir BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak, belum banyak berkomentar. Dahnil masih menunggu keterangan resmi dari koalisi, terkait kesepakatan soal aksi boikot ini. Namun,  kicauan  Ferdinand  sudah di-retweet dan dikomentari ratusan netizen. Sikap netizen terbelah. Akun-akun pendukung Prabowo-Sandi tentu mendukung langkah ini, dengan menyertakan tagar #BoikotMetroTv. Akun @AgungNugroho40  malah mengajak  para  pendukung  Prabowo-Sandi  menghapus  channel  televisi  ini. 

Baca Juga : Mahathir Siap Jadi Perdana Menteri Malaysia Lagi

“Untuk  pendukung  Prabowo-Sandi  & simpatisannya, boikot total Metro TV, hapus channel-nya dari TV kita,” cuitnya, disambut @hendra_arief80. “ayo ah kita viralkan lagi, walaupun udah lama channel ini dihapus #BoikotMetroTv,” kicaunya menyertakan tanda pagar. Akun  @teuku2009  menilai,  inilah cara Prabowo melawan Metro TV. “Nah, harus gini kalau mau menang. Pak #PrabowoSandi dan timses jangan lembek-lembek,  ada  waktunya  mengalah, ada kalanya  kita  melawan  dengan tegas,”  kicaunya.  

Sementara  akun  @Marzukialie_MA meminta publik yang dirugikan, mengambil langkah yang tepat. “Lapor  KPI,  frequency  public  untuk kepentingan kelompok.  Sudah  terang dan  nyata,”  sebutnya  senada  dengan @hardiman3431.  “Gugat  dengan  UU penyiaran  publik  dan  penyalahgunaan frekuensi publik, ajukan ke Komisi Penyiaran Indonesia.” Akun @gantialo mengamini langkah boikot ini. “Boikot adalah langkah tepat menghukum  Pers  Hitam. Jangan  mau dipecundangi  terus  menerus.  Regulasi pers ke depan harus adil. Untuk mencegah merajalelanya Pers Hitam,” cuitnya.

Baca Juga : Rupiah 14 Ribu Lagi, Sri Mul Masih Bisa Tenang?

Sementara yang tak setuju dengan aksi boikot ini juga tak kalah banyak. Akun @safulrizal mengingatkan, langkah ini akan merugikan Prabowo-Sandi. “Boikot TV kok bangga, dengan boikot TV itu akan merugikan untuk perkenalan ke publik,” kicaunya,  disamber  @bolakbaliklock1. “Lama-lama semua stasiun TV mereka boikot  dong,”  cuitnya,  disambut  @Handono_b.  “Segitunya. Apa-apa  kok maen boikot Pak.” Akun @Sparta5C membela Metro TV.  “Emang kalo diboikot Tim BPN Prabowo-Sandi ngaruh gitu, Metro TV akan tetap baik-baik saja tanpa kalian @Metro_TV,” cuitnya sama dengan @Owaala. “Boikot atau ga. Ga akan ada kerugian & tidak akan mengubah apa pun buat @MetroTV," kicaunya. [FAQ]