Mantau Lokasi Jalan Ambles Pakai Kursi Roda

Risma Dipuji-Dinyinyirin

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. (Foto : IG @trirismaharini).
Klik untuk perbesar
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. (Foto : IG @trirismaharini).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sepak terjang Walikota Surabaya, Tri Rismaharini selalu menjadi sorotan dan buah bibir. Kemarin, Walikota yang akrab disapa Risma ini kembali membuat jagat dunia maya heboh. Dia memantau lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng dengan menggunakan kursi roda.

Biasanya, ketika pejabat pemerintahan sakit, maka akan diwakilkan kepada pejabat yang lain. Tapi, tidak bagi Risma. Wali Kota dua periode itu ngotot meninjau lokasi bencana meskipun kakinya sakit.

Risma datang di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Ia mengenakan kerudung hitam dibalut kaos dengan warna senada. Ketika pintu mobil terbuka, Risma tidak langsung turun dari mobilnya, yang terlihat hanya stafnya yang telah menyiapkan sebuah kursi roda. 

Kemudian Risma duduk, lalu didorong oleh stafnya. Di atas kursi roda, Risma tak hanya memantau saja. Wali Kota yang didukung oleh PDIP ini tampak geram melihat truk pasir yang keluar-masuk area lokasi amblesnya jalan.

Menggunakan handy talky, Risma mengatur. Setelah selesai, ia kemudian berkeliling di sekitar area tersebut untuk memastikan proses recovery atau pemulihan Jalan Gubeng yang ambles benar-benar sesuai dengan instruksinya. Yang menjadi pertanyaan, sebenarnya Risma sakit apa sehingga memakai kursi roda? Risma mengaku kedua kakinya sedang sakit. Apalagi ketika dipakai untuk berjalan maka terasa nyeri.

Berita Terkait : Imin Jatuhkan Kotanya Risma

"Ya masih. Sebenarnya kalau untuk jalan masih ada grenjel-grenjel sakit kalau jalan lurus ndak apa-apa. Tapi kalau ada beda pijakan ya sakit," kata Risma. Menurut wali kota perempuan pertama di Surabaya itu, jika tidak turun langsung, ia khawatir proses pemulihan yang sudah dimulai hari ini tidak sesuai instruksinya atau bahkan berjalan molor.

"Kalau nggak gini (turun ke lapangan) ya nggak cepet-cepet pengerjaannya," ungkapnya. Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser menjelaskan, Risma memang disarankan untuk tidak banyak bergerak terlebih dahulu sebelum dinyatakan benar-benar pulih dari cedera achilles yang dialaminya. Namun Risma bersikeras turun ke lapangan dan tidak ada yang bisa mencegahnya. Untuk itu ia diminta menggunakan kursi roda.

"Sebenarnya saran dokter tidak boleh banyak bergerak tapi kalau pakai kursi roda terus bilang saran susah juga," terangnya.

"Kalau kemarin belum bisa mengecek karena memang belum bisa kondisinya. Itu pun beliau hari ini paksakan karena sudah tahapan pengerjaan jadi beliau turun ke lapangan," tambahnya.

Ucapan kekaguman dan doa agar cepat sembuh ramai-ramai disuarakan oleh warganet. Di kolom komentar detik.com misalnya banyak yang mendoaakan Risma cepat sembuh sehingga bisa menjalankan aktifitas seperti biasanya. “Semoga cepat diberi kesembuhan ya Bu Risma,” ucap kampungsumo.net. 

Berita Terkait : PSSI Apresiasi Persiapan Surabaya Sambut Piala Dunia U-20

Doa yang sama juga diucapkan oleh Hart. “Semoga lekas sembuh budhe.. Sehat seperti sedia kala yaa.. Semangaaat,” katanya diamini oleh osasuna. “Semoga segera sehat kembali ibu.”

Tak hanya doa, Dedi Hernadi mengaku salut dan takjub dengan rasa pertanggungjawaban terhadap tugas yang diembannya. “Salut sama bu Risma. Coba kalau pemimpin kaya bu Risma semua pasti Indonesia menjadi negara yang kuat. Bravo Ibu Risma semoga Allah SWT melindungi Ibu dan keluarga...Aamiin,” tuturnya.

Ivan Sudana tak mau kalah dalam memberikan dukungan dan pujian atas apa yang telah dilakukan oleh Risma. Sebagai seorang wali kota, sikap yang ditunjukan sangat memberikan contoh kepada rakyat sebagai pemimpin yang bertanggungjawab. “Salut buat bu Risma. Tetap jaga kesehatan ya bu.”

Begitupun dengan Pink Camelia yang mengungkapkan bahwa sosok Risma merupakan seorang pemimpin yang luar biasa. Figur Risma harusnya menjadi contoh bagi pejabat atau kepala daerah yang lain. “Salut dengan dedikasinya bu Risma,” dia memuji.

“Bu Risma patut menjadi contoh teladan bagi kita yang masih muda. Kerja keras kerja ikhlas untuk Surabaya untuk Indonesia,” ucap Waluyo Budi yang memudian ditimpali Angrywedus. “Wah mantap bu Risma, jaga kesehatan Bu. Sayang hanya ada satu Bu Risma,” katanya.

Berita Terkait : Memaafkan Tapi Tak Cabut Laporan, Risma Setengah Hati

Kendatipun sudah bekerja bukan berarti apa yang dilakukan oleh Risma tak ada yang mengkritik. Willicius justru mengkritik jika apa yang sudah dilakukan oleh Risma adalah bagian dari pencitraan. “Pencitraan nih asli.. Kan ada drone.. Ada WA.. Kan tinggal divideoin trus kirim.. Nanti tinggal suruh PU yang beresin.. kalau seperti ini jadinya malah ngerepotin orang dorong sana sini,” sindirnya.

Hendar Wirawan juga berpandangan jika Risma terlalu berlebihan. Semua pekerjaan dilakukan sendiri. “Lha semua dikerjakan sendiri Bu wali.... Apa gunanya ada Wawako, Sekda, dan Kepala-kepala Dinas dan Para Assisten?” ujar dia.

Kemudian giliran Makan Poe002 yang memberikan nyinyiran. Katanya, Risma memang tife wali kota yang lebay padahal tidak terlalu mengerti. “Sesuai instruksinya Ibu? Emang ibu ini ahli dalam hal konstruksi jalan raya ya? LOL... Urusin tuh polisi tidur makin banyak aja di jalan protokol dan penutupan Jl Tunjungan yang tak jelas dan membuat macet di mana-mana.” 

Sementara aghost menyoroti sikap Risma yang ‘ngomel’ di jalan. “Bagus sih tapi kok ya sampai segitunya teriak-teriak ke supir truk. Harusnya itu tugas mandor buk. Ibu bagian nempeleng kepala rumah sakit dan kadis yang ngasih ijin,” jelasnya.

Muhammad Fathullah menyarankan kepada Risma ngomel ke pihak rumah sakit, bukan kepada pekerja maupun supir. “Bukannya ngomel ke yang punya rumah sakit penyebab masalahnya yang bangun basement, malah ke orang lain,” ia menyindir. [REN]