RMco.id  Rakyat Merdeka - Tim biro hukum Polda Metro Jaya menyerahkan 62 bukti kepada hakim dalam sidang praperadilan Kivlan Zen. Tim hukum Polda Metro meyakini bukti tersebut menunjukkan penyidikan kasus Kivlan sesuai prosedur.

"Ada 62 bukti. Semuanya lengkap sesuai dengan prosedur. Pokoknya bukti-bukti yang tekait proses penyidikan itu mulai dari proses penangkapan, penahanan," kata Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya Kombes Viktor Thedorus, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (25/7).

Berita Terkait : Data Deflasi Bikin Rupiah Deg-degan

Bukti-bukti yang diberikan kepada hakim ini merangkai semua proses penyidikan kepada eks Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) itu. Mulai surat penetapan tersangka hingga penahanan.

Dari bukti-bukti yang diserahkan, Viktor yakin sudah dapat membuktikan proses penyidikan kasus Kivlan sah. "Biar nanti hakim (yang menentukan) Kami yakin bahwa proses penyidikannya sudah benar," tuturnya.

Baca Juga : Catat Ya, Jadwal MotoGP Prancis 2020 Lebih Cepat Satu Jam

Sekadar latar, Kivlan Zen mengajukan permohonan praperadilan melawan Polda Metro Jaya dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal. Dia menilai, kepolisian tidak bertindak sesuai prosedur. Karena itu, dia meminta hakim memutuskan status tersangkanya tidak sah.

"Dimohonkan kepada Yang Mulia Hakim Tunggal, untuk melepaskan pemohon praperadilan dari penetapan tersangka dan/atau penahanan akibat telah terjadi pelanggaran oleh termohon praperadilan, berdasarkan fakta hukum dan pendapat pemohon praperadilan tersebut," ujar pengacara Kivlan, Tonin Tachta, Senin (22/7). [OKT]