RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan ada dua tersangka baru di dugaan korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik alias e-KTP. Penetapan kedua tersangka itu akan diumumkan dalam waktu dekat.

"Ada dua (tersangka), namanya nanti dulu nanti. Penyidik itu kan punya pertimbangan, jaksa penuntut juga punya pertimbangan. Kemudian disalurkan, dilapitalisasi hasil dari persidangan, untuk kemudian masuk ke proses berikutnya. Saya belum nyebut nama ya," elak Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Selasa (30/7).

Baca Juga : Soal Pembubaran 18 Lembaga, Ombudsman Usul Jokowi Evaluasi BLU

Saut juga belum bisa memastikan kapan nama tersangka baru di mega korupsi tersebut akan diumunkan. Yang jelas, kata dia, konferensi pers penetapan tersangka tinggal menunggu waktu.

"Saya pikir, ada waktu yang lebih mungkin. Kita perlu waktu. Kemarin ada statement, tinggal tunggu sebentar lagi," tuturnya.

Baca Juga : MotoGP : Rossi-Marquez Apes, Quartararo Juara Seri Pembuka

Saut menutup rapat identitas dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu. Bahkan, dia menolak menyebut latar belakang keduanya. "Nantilah," tandas Saut.

KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun itu.

Baca Juga : Biar Ngegas, Aturan Bisnis Logistik Jangan Dibikin Ruwet

Delapan orang itu adalah Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung dan Markus Nari.

Tujuh orang telah divonis bersalah dan dijebloskan ke bui. Sedangkan, Markus Nari baru akan menjalani persidangan. [OKT]