RMco.id  Rakyat Merdeka - Pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 masih rendah. 

Direktur Pemeriksaan dan Pendaftaran LHKPN Isnaini  membeberkan, dari 104 capim yang telah mengikuti tes psikologi, ada 65 orang yang merupakan penyelenggara negara. Nah, dari 65 itu, baru sedikit yang melaporkan LHKPN. 

Baca Juga : Telkomsel Luncurin Paket Data Terjangkau Untuk Perguruan Tinggi

"Statistiknya yang baru lapor sekali 11 orang, dua kali sembilan orang, lapor tiga kali 15 orang, lapor empat kali 16 orang, lapor lima kali tujuh orang, lapor enam kali lima orang, lapor tujuh kali satu orang dan lapor sembilan kali satu orang," ungkap Isnaini dalam diskusi 'Pantang Absen LHKPN' di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/8).

Selain itu, Isnaini menyebut dari 65 orang penyelenggara yang tepat waktu melaporkan LHKPN hanya 31 orang. Sembilan orang terlambat melaporkan LHKPN. Sementara yang butuh perbaikan ada enam orang. 

Baca Juga : Perta Arun Gas Gali Potensi Bisnis di Kuwait

"Belum lapor periode 2018, namun lapor di periode di bawah tahun 2018 sebanyak 19 calon pimpinan," imbuh Isnaini.

Kendati demikian, Isnaini belum bisa menjelaskan secara rinci terkait 65 orang yang merupakan penyelenggara dalam kandidat Capim KPK. Sebab hingga kini Pansel masih melakukan proses seleksi terhadap 104 orang tersebut.

Baca Juga : Perbankan Jadi Tulang Punggung Pemulihan Ekonomi

"Jadi kemungkinan akan terus berkurang, kemudian akan ada lagi tes assesment. Jadi untuk saat ini kami belum bisa menyampaikan nama nama secara detail," tutup Isnaini.

Untuk diketahui, sebanyak 104 kandidat Capim KPK jilid V telah melakukan tes psikologi yang dilakukan pada Minggu (28/7) lalu. Pansel akan mengumumkan mereka yang lulus seleksi tahap tiga tersebut pada Senin (5/8) mendatang. [OKT]