Dilaporkan Menghina Kristiani,Ustaz Somad Ketusuk Salib

Dilaporkan Menghina Kristiani,Ustaz Somad Ketusuk Salib
Klik untuk perbesar

 Sebelumnya 
UAS bilang, dalam video lamanya, dia hanya menjawab pertanyaan dari jemaah. Jawaban itu juga disampaikan dalam forum tertutup. Yakni di masjid. “Bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola. Bukan di TV, tapi untuk intern umat Islam menjelaskan pertanyaan umat Islam mengenai patung dan tentang kedudukan Nabi Isa.

Untuk orang Islam dalam sunah Nabi Muhammad,” terangnya. Lagi pula, kata UAS, jawaban terkait salib itu sudah lama. Disampaikan dalam kajian subuh Sabtu, di Masjid Annur, Pekanbaru, Riau, 3 tahun lalu.

Baca Juga : Wabah Corona Sudah Renggut 43 Nyawa, Iran Larang Warganya Keluar Rumah

“Kenapa baru viral saat ini,” heran nya. Namun begitu, kontroversi tidak berhenti. Masih banyak pihak mem- bicarakan hal ini di dunia maya. Tagar #KamiBersatuBersamaUAS trending. Tagar ini disematkan oleh warganet yang pro maupun kontra.

Alissa Wahid, putri Gus Dur, di akun Twitternya @AlissaWahid tu rut angkat bicara. “Menahan diri untuk berkomentar soal ustadz abdul somad dan jin kafir. Sungguh tidak mudah, dengan kompleksitas situasi keberagamaan dan kebangsaan Indonesia saat ini,” cuitnya.

Baca Juga : Tingkatkan Jumlah Penumpang, MRT Dorong Integrasi dengan Transjakarta

“Abdul Somad (UAS) tdk hanya menistakan kesucian agama saudara kita non muslim. Tp jg berupaya men- cemari prinsip Islam yg Rahmatan Lil Alamin, melalui ceramah brutalnya utk menghina “kesucian Salib”.

Fakta tsb tdk bisa kalian tutupi dgn membuat tagar #KamiBersatuBersamaUAS!,” timpal @ faizalassegaf, Ketua Progres 98. Di sisi lain, politisi PBB, MS Kaban, tampil membela UAS.

Baca Juga : Sinergi Perusahaan Anak BNI Dukung BNI Java Jazz Festival 2020

“Mempolisikan UAS dgn tuduhan penistaan agama, ini adalah sebuah kondisioning membangkitkan Ghirah keimanan. Terima kasih pd saudara2 yg mempolisikan UAS. Ingat UAS Datuk Sri Styanegara, kaum nya tidak mungkin diam. Ghirah riau, ghi rah melayu tak melayu kalau bukan islam,” tulis nya di akun @hmskaban. [SAR]