Di Depan Pansel KPK, Alexander Marwata Tegaskan Bukan Titipan

Alexander Marwata (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Alexander Marwata (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Para Capim KPK mulai menjalani tes wawancara dan uji publik di Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (27/8). Komisioner KPK, Alexander Marwata, menjadi peserta pertama dalam uji publik tersebut.  Di depan Pansel Capim KPK, Alex menegaskan dirinya bukan calon titipan untuk melemahkan KPK.

Pernyataan Alex tersebut menjawab pertanyaan anggota Pansel, Hendardi, yang menanyakan bagaimana Alex membuktikan dirinya bukan aktor yang ikut melemahkan KPK.  "Saya bukan titipan siapa pun. Saya pimpinan yang jarang komunikasi dengan pejabat DPR, tokoh politik. Kegiatan saya setelah di KPK pulang ke rumah," tegas Alex.

Berita Terkait : Alex Marwata Sebut Penghentian Penyelidikan 36 Perkara Sudah Sesuai Mekanisme

Akhir pekan pun, ia habiskan waktu bersama keluarga dan kerabatnya. "Sabtu, Minggu makan sama anak istri dan kumpul sama teman SMA. Saya tidak ada ketemu dengan pejabat atau penyelenggara negara mana pun. Mungkin ada yang mendukung, saya tidak tahu," tuturnya.

Hendardi kemudian meminta pendapat Alex soal upaya pelemahan KPK. Bekas Hakim ad hoc Pengadilan Tipikor itu menyebut, selama ini yang disoroti adalah soal kewenangan penyadapan yabg dipunyai komisi antirasuah. 

Berita Terkait : Alexander Marwata Ngaku Nggak Tahu Keberadaan Buronan KPK Nurhadi

Selain itu, lanjut Alex, upaya pelemahan KPK dilakukan dengan terus menggembor-gemborkan komisi antirasuah itu memiliki masa tertentu. Serta, permintaan agar ada pengawasan dari luar komisi tersebut. Upaya pelemahan lain adalah judicial review UU KPK. "Beberapa kali sudah mengajukan ke MK. Tapi malah jadi kuat, misalnya dalam hal rekruitmen penyidik," jawab Alex.

Tes wawancara dan uji publik dilakukan selama tiga hari. Mulai hari ini hingga lusa, Kamis (29/8). Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih mengatakan, hari ini ada tujuh orang kandidat yang mengikuti tes wawancara dan uji publik. 

Baca Juga : Geger Anjani Hamil Dan Corona

Ketujuh kandidat itu yakni Wakil Ketua KPK  Alexander Marwata, Wakabareskrim Polri Irjen Anton Novambar, Dosen Sespim Polri Brigjen Bambang Sri Herwanto, Karyawan BUMN Cahyo R.E Wibowo, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bahuri, Auditor BPK I Nyoman Wara dan Penasihat Menteri Desa Jimmy Muhammad Rifai Gani.

Dalam tes ini, Pansel akan dibantu oleh dua orang panelis yakni sosiolog Meutia Gani Rahman dan pakar hukum pidana Luhut Pangaribuan. Setiap Capim KPK akan diberikan waktu satu jam untuk menjawab pertanyaan pansel dan panelis. Rinciannta, 40 menit dibagi untuk 9 anggota pansel. Sementara publik yang diwakili Meutia dan Luhut diberikan waktu 20 menit. [OKT]