Wakil Ketua KPK Saut Situmorang

Capim KPK Bermasalah Ibarat Kucing Kurap, Takut Kebanyakan Garuk Ketimbang Nangkap Tikus

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang (Foto: Tedy O Kroen/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang (Foto: Tedy O Kroen/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengibaratkan para calon pimpinan komisi antirasuah Jilid V yang bermasalah, sebagai "kucing kurap".

“Katakanlah nanti kita dapat kucingnya tuh kucing kurap, memang tetap bisa tangkap tikus. Tapi, nanti kebanyakan garuknya daripada nangkap tikusnya,” seloroh Saut di Gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (28/8).

Berita Terkait : Di Rumah Bhineka Saut Situmorang, Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Jalan Mencapai Sila ke-5 Pancasila

Tapi Saut memastikan, "kucing kurap" itu tak akan nyaman berada di lingkungan KPK. Soalnya, aturan etik di internal KPK sangat ketat. Pakai baju batik lengan pendek dalam konferensi pers saja, dilarang!

Alih-alih merusak, "kucing kurap" ini malah bisa jadi "sembuh" ketika berada di dalam komisi pimpinan Agus Rahadjo Cs itu.

Baca Juga : Yang Dipertuan Agong Tunjuk Muhyiddin Yassin Jadi PM Malaysia Yang Baru

“Mau coba-coba masuk ke sini? Paling kami sembuhkan kurapnya,” tantang Saut.

KPK telah merilis catatan hitam beberapa kandidat dari 20 kandidat capim yang lolos tes profile assesment. Dari hasil investigasi itu, sejumlah capim diduga pernah menerima gratifikasi, melakukan pelanggaran etik, melakukan intimidasi terhadap pegawai KPK, hingga malas menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

Baca Juga : Sambut Liga 1 2020, Wapres Ingin Sepak Bola yang Berakhlaqul Karimah

Catatan kelam capim itu juga telah diserahkan KPK kepada pansel sebelum tes wawancara, dan uji publik digelar awal pekan ini. Namun, pansel tak menggubris saran KPK dan meloloskan para kandidat bermasalah tersebut. Tapi KPK terus berusaha.

Saut bilang, KPK akan segera mengirimkan surat undangan kepada pansel, untuk melihat langsung bukti adanya calon yang memiliki rekam jejak kelam. “Kami sudah mau bikin surat, menawarkan mereka datang," tandas Saut. [HES]